Manajemen Proyek Kontruksi</li> Ilmu Teknik Teknik Sipil dan Perencanaan Tata Ruang
Manajemen Proyek Kontruksi
No. Prodi A1286
Tingkat Prodi Manajemen Proyek Kontruksi (D-IV)
Strata D-IV
Gelar Sarjana terapan teknik
Singkatan Gelar S.Tr.T
Rumpun Ilmu Teknik
Sub rumpun Teknik Sipil dan Perencanaan Tata Ruang

Program Diploma IV (D-IV) dalam Manajemen Proyek Konstruksi dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola proyek-proyek konstruksi dengan efisien dan efektif. Berikut adalah gambaran umum dari beberapa mata pelajaran yang mungkin diajarkan dalam program D-IV Manajemen Proyek Konstruksi:

  1. Pengantar Konstruksi: Mempelajari konsep dasar dalam industri konstruksi, termasuk jenis-jenis bangunan, material konstruksi, metode pembangunan, dan peraturan-peraturan terkait.
  2. Bacaan dan Pemahaman Gambar Teknik: Belajar membaca dan memahami gambar teknik konstruksi, termasuk denah, elevasi, dan detail-detail konstruksi lainnya.
  3. Perencanaan Proyek: Memahami proses perencanaan proyek konstruksi, termasuk penyusunan jadwal, alokasi sumber daya, dan identifikasi risiko-risiko proyek.
  4. Manajemen Biaya Proyek: Mempelajari cara menghitung dan mengelola biaya proyek konstruksi, termasuk estimasi biaya, anggaran, dan pengendalian biaya.
  5. Manajemen Sumber Daya Manusia: Belajar tentang pengelolaan tim proyek, termasuk penugasan tugas, pelatihan, dan motivasi tim kerja konstruksi.
  6. Manajemen Risiko Proyek: Mempelajari cara mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko-risiko yang terkait dengan proyek konstruksi, serta pengembangan strategi mitigasi.
  7. Manajemen Kualitas: Memahami prinsip-prinsip manajemen kualitas dalam konteks konstruksi, termasuk kontrol mutu, pemilihan material berkualitas, dan penjaminan mutu.
  8. Hukum Konstruksi: Belajar tentang peraturan hukum dan perundang-undangan yang terkait dengan proyek konstruksi, termasuk kontrak konstruksi, pertanggungjawaban hukum, dan sengketa.
  9. Manajemen Waktu Proyek: Mempelajari teknik perencanaan dan pengendalian waktu dalam proyek konstruksi, termasuk penggunaan diagram Gantt, PERT/CPM, dan perangkat lunak manajemen proyek.
  10. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Konstruksi: Memahami prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang berlaku di lokasi konstruksi, serta peraturan dan prosedur keselamatan yang harus diikuti.
  11. Etika dan Tanggung Jawab Sosial: Mempelajari tentang etika profesional, tanggung jawab sosial perusahaan, dan prinsip-prinsip bisnis yang berkelanjutan dalam konteks industri konstruksi.
  12. Presentasi dan Komunikasi Proyek: Mempelajari cara menyusun laporan proyek, presentasi proyek kepada klien, serta kemampuan komunikasi yang efektif dengan stakeholder proyek.

Program studi ini bertujuan untuk melatih lulusan yang mampu mengelola proyek konstruksi dengan efektif, termasuk perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan. Mereka diharapkan dapat bekerja di berbagai sektor industri konstruksi dan dapat menghadapi tantangan kompleks dalam proyek-proyek konstruksi.

Lulusan program D-IV Manajemen Proyek Konstruksi memiliki peluang karir yang luas di industri konstruksi dan proyek-proyek terkait. Mereka dilatih untuk mengelola proyek konstruksi dari tahap perencanaan hingga penyelesaian, mengawasi anggaran, sumber daya, dan tim proyek. Berikut adalah beberapa proyeksi karir yang mungkin diikuti oleh lulusan D-IV Manajemen Proyek Konstruksi:

  1. Asisten Manajer Proyek: Lulusan dapat memulai karir mereka sebagai asisten manajer proyek, membantu manajer proyek senior dalam perencanaan, pengelolaan anggaran, dan koordinasi tim proyek.
  2. Manajer Proyek Konstruksi: Lulusan dapat menjadi manajer proyek konstruksi, bertanggung jawab atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penyelesaian proyek konstruksi. Mereka memimpin tim proyek, mengawasi pengeluaran, dan memastikan proyek selesai sesuai jadwal dan anggaran.
  3. Pengawas Konstruksi: Sebagai pengawas konstruksi, lulusan dapat mengawasi pekerjaan harian di lokasi konstruksi, memastikan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan dan standar konstruksi, serta memastikan bahwa proyek berjalan sesuai rencana.
  4. Estimator Konstruksi: Lulusan dapat bekerja sebagai estimator konstruksi, memperkirakan biaya proyek berdasarkan analisis terhadap rencana dan spesifikasi, serta mengajukan penawaran kepada klien potensial.
  5. Pengelola Proyek Infrastruktur: Lulusan dapat mengelola proyek-proyek infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, bendungan, dan proyek-proyek lainnya yang melibatkan struktur besar dan kompleks.
  6. Pengembang Properti: Sebagai pengembang properti, lulusan dapat merencanakan dan mengelola proyek-proyek pengembangan properti, termasuk pembangunan rumah, apartemen, atau kompleks komersial.
  7. Manajer Anggaran Proyek: Lulusan dapat bekerja sebagai manajer anggaran proyek, bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran proyek, memantau pengeluaran, dan membuat perubahan anggaran jika diperlukan.
  8. Pelatih atau Instruktur Pelatihan: Lulusan yang memiliki pengalaman yang cukup dapat menjadi pelatih atau instruktur pelatihan dalam program-program pendidikan atau pelatihan terkait manajemen proyek konstruksi.
  9. Pengusaha Konstruksi: Lulusan yang berjiwa kewirausahaan dapat memulai usaha sendiri sebagai kontraktor konstruksi, mengelola proyek-proyek kecil hingga besar, atau bahkan mendirikan perusahaan konstruksi yang sukses.
Kampus Tempat Akreditasi Selengkapnya
Politeknik Negeri Malang Jawa Timur (Malang) A Detail
Universitas Agung Podomoro Jakarta (Jakarta Barat) tidakterakreditasi Detail
Politeknik Negeri Ambon Maluku (Ambon) B Detail
Politeknik Negeri Bali Bali (Badung) B Detail
Politeknik Negeri Padang Sumatera Barat (Padang) baiksekali Detail

Dapatkan layanan psikologi terpercaya

IDENTIFIKASI MINAT BAKAT

UNTUK KUALITAS HIDUP LEBIH BAIK

Pastikan memilih karir yang tepat lebih dini, untuk kehidupan anda selanjutnya

Hasil survey membuktikan, 65% mahasiswa mengaku kurang cocok dengan jurusan perkuliahan yang sedang mereka jalani saat ini (kesalahan memilih jurusan).

  • Program Studi di Perguruan Tinggi
  • Perencanaan Karir
  • Pemilihan Jurusan di SMA/SMK
Selengkapnya