Perlindungan Dan Pemberdayaan Sosial
No. Prodi A1348
Tingkat Prodi Perlindungan Dan Pemberdayaan Sosial (D-IV)
Strata D-IV
Gelar Sarjana Terapan
Singkatan Gelar S.Tr.
Rumpun Ilmu Sosial Humaniora
Sub rumpun Ilmu Sosial

Program Diploma IV (D-IV) dalam Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melindungi dan memberdayakan individu dan kelompok yang rentan dan membutuhkan dukungan sosial. Program ini mencakup berbagai aspek perlindungan sosial, kebijakan kesejahteraan, dan pemberdayaan masyarakat. Berikut adalah gambaran umum dari beberapa mata pelajaran yang mungkin diajarkan dalam program D-IV Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial:

  1. Dasar-dasar Kesejahteraan Sosial: Mempelajari prinsip-prinsip dasar kesejahteraan sosial, termasuk hak-hak asasi manusia, keadilan sosial, dan kebijakan sosial.
  2. Hak Asasi Manusia dan Perlindungan Sosial: Memahami hak-hak asasi manusia individu dan kelompok rentan, serta cara melindungi dan memperjuangkan hak-hak ini melalui kebijakan dan praktik sosial.
  3. Sistem Perlindungan Sosial: Mempelajari sistem perlindungan sosial yang ada di negara-negara tertentu, termasuk program-program pemerintah untuk melindungi dan memberdayakan warga yang membutuhkan.
  4. Penilaian Kebutuhan dan Perencanaan Intervensi: Belajar teknik-teknik penilaian untuk menentukan kebutuhan individu dan kelompok, serta merencanakan intervensi yang sesuai untuk memberdayakan mereka.
  5. Pemberdayaan Masyarakat: Mempelajari strategi-strategi untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, partisipasi sosial, dan pembangunan kapasitas.
  6. Krisis dan Manajemen Bencana: Memahami strategi-strategi untuk merespons dan mengelola situasi krisis dan bencana, termasuk pendekatan pemberdayaan dalam situasi darurat.
  7. Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Perlindungan Korban: Mempelajari tentang bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga, cara melindungi korban, dan mendukung mereka untuk mendapatkan dukungan sosial dan hukum.
  8. Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis: Belajar tentang masalah-masalah kesehatan mental, stres, kecemasan, dan teknik-teknik manajemen stres, serta cara mendukung individu dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.
  9. Kesejahteraan Anak dan Keluarga: Mempelajari tentang kebijakan dan praktik perlindungan anak, serta cara mendukung keluarga yang mengalami kesulitan dalam merawat anak-anak mereka.
  10. Etika dalam Layanan Sosial: Memahami prinsip-prinsip etika dan praktik profesional dalam bidang perlindungan dan pemberdayaan sosial.

Program studi ini biasanya menekankan kombinasi antara kuliah teori, studi kasus, diskusi kelompok, praktik lapangan, dan magang untuk mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan praktis yang diperlukan dalam bekerja di bidang perlindungan dan pemberdayaan sosial. Lulusan diharapkan dapat bekerja dalam berbagai lembaga dan organisasi yang berfokus pada pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Lulusan Program Diploma IV (D-IV) dalam Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial memiliki peluang karir yang luas di berbagai sektor yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, hak asasi manusia, dan advokasi sosial. Berikut adalah beberapa proyeksi karir yang mungkin diikuti oleh lulusan Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial D-IV:

  1. Pekerja Sosial: Lulusan dapat bekerja sebagai pekerja sosial di lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah (LSM), rumah sakit, sekolah, atau lembaga-lembaga sosial lainnya. Tugas mereka meliputi memberikan dukungan sosial, menilai kebutuhan individu dan keluarga, serta merencanakan dan menyediakan layanan sosial yang sesuai.
  2. Konselor Sosial: Lulusan dapat menjadi konselor sosial, membantu individu dan kelompok mengatasi masalah pribadi, krisis, dan tantangan sosial lainnya. Mereka dapat bekerja di klinik kesehatan mental, pusat konseling, atau lembaga sosial lainnya.
  3. Penyuluhan dan Advokasi: Lulusan dapat bekerja sebagai penyuluh sosial atau advokat, menyampaikan informasi tentang hak-hak sosial, kebijakan pemerintah, dan layanan yang tersedia kepada individu dan kelompok masyarakat. Mereka juga dapat menjadi juru bicara bagi kelompok-kelompok yang membutuhkan dukungan dan perlindungan.
  4. Koordinator Program Sosial: Lulusan dapat menjadi koordinator program sosial di LSM atau lembaga pemerintah, merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi program-program perlindungan dan pemberdayaan sosial.
  5. Manajer Layanan Sosial: Lulusan dapat menjadi manajer di lembaga-lembaga pelayanan sosial, mengelola staf, anggaran, dan operasional organisasi yang menyediakan layanan perlindungan dan pemberdayaan sosial.
  6. Ahli Kebijakan Sosial: Lulusan dapat bekerja di pemerintah atau LSM sebagai ahli kebijakan sosial, terlibat dalam merumuskan kebijakan-kebijakan perlindungan sosial, mengevaluasi kebijakan yang ada, dan memberikan saran kepada pembuat kebijakan.
  7. Peneliti Sosial: Lulusan dapat menjadi peneliti di lembaga penelitian, universitas, atau LSM, melakukan penelitian tentang isu-isu sosial dan memberikan rekomendasi kebijakan berdasarkan temuan penelitian mereka.
  8. Manajer Proyek Sosial: Lulusan dapat bekerja sebagai manajer proyek sosial, mengelola proyek-proyek perlindungan dan pemberdayaan sosial, termasuk proyek-proyek kemanusiaan dan pengembangan masyarakat.
  9. Pengusaha Sosial: Lulusan yang memiliki semangat kewirausahaan sosial dapat mendirikan organisasi atau perusahaan sosial yang berfokus pada mendukung individu dan kelompok yang membutuhkan perlindungan dan pemberdayaan.
  10. Pengajar atau Pelatih: Lulusan dapat menjadi pengajar di sekolah atau pelatih di lembaga pelatihan, mengajarkan prinsip-prinsip perlindungan sosial, hak asasi manusia, dan keterampilan sosial kepada generasi mendatang.
Kampus Tempat Akreditasi Selengkapnya
Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Jawa Barat (Bandung) baiksekali Detail

Dapatkan layanan psikologi terpercaya

IDENTIFIKASI MINAT BAKAT

UNTUK KUALITAS HIDUP LEBIH BAIK

Pastikan memilih karir yang tepat lebih dini, untuk kehidupan anda selanjutnya

Hasil survey membuktikan, 65% mahasiswa mengaku kurang cocok dengan jurusan perkuliahan yang sedang mereka jalani saat ini (kesalahan memilih jurusan).

  • Program Studi di Perguruan Tinggi
  • Perencanaan Karir
  • Pemilihan Jurusan di SMA/SMK
Selengkapnya