Kesejahteraan Sosial
No. Prodi A1081
Tingkat Prodi Kesejahteraan Sosial (S1)
Strata S1
Gelar Sarjana Sosial
Singkatan Gelar S.Sos
Rumpun Ilmu Sosial Humaniora
Sub rumpun Ilmu Sosial

Program Studi Kesejahteraan Sosial (S1) adalah program pendidikan tingkat sarjana yang dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang isu-isu sosial, praktik intervensi sosial, dan kebijakan sosial. Program ini mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja dalam berbagai peran yang terkait dengan kesejahteraan sosial, seperti pekerjaan sosial, manajemen program sosial, penelitian, dan advokasi sosial. Berikut adalah gambaran umum tentang apa yang dapat dipelajari dalam Program Studi Kesejahteraan Sosial (S1):

  1. Dasar-Dasar Kesejahteraan Sosial: Memahami konsep dasar kesejahteraan sosial, sejarah perkembangan kesejahteraan sosial, dan peran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial.
  2. Teori Kesejahteraan Sosial: Mempelajari berbagai teori kesejahteraan sosial yang digunakan untuk menganalisis isu-isu sosial, ketidaksetaraan, dan ketidakadilan sosial.
  3. Kebijakan Sosial: Studi tentang pembuatan kebijakan sosial, analisis kebijakan, dan implementasi kebijakan di tingkat pemerintah pusat, daerah, dan internasional.
  4. Metodologi Penelitian Sosial: Belajar tentang berbagai metode penelitian sosial, termasuk penelitian kualitatif dan kuantitatif, serta teknik pengumpulan dan analisis data.
  5. Statistik Sosial: Memahami penggunaan statistik dalam penelitian sosial, analisis data, interpretasi hasil, dan pelaporan temuan.
  6. Kesejahteraan Anak dan Keluarga: Fokus pada isu-isu kesejahteraan anak dan keluarga, termasuk perlindungan anak, layanan kesejahteraan keluarga, dan perawatan anak.
  7. Kesejahteraan Lansia: Memahami isu-isu yang terkait dengan kesejahteraan lansia, layanan kesejahteraan lansia, dan kebijakan yang mendukung lansia.
  8. Kesejahteraan Masyarakat dan Kesehatan Mental: Studi tentang kesejahteraan masyarakat, promosi kesehatan mental, dan pencegahan masalah kesehatan mental.
  9. Intervensi Sosial: Mempelajari berbagai praktik intervensi sosial, termasuk layanan sosial, konseling, terapi keluarga, dan dukungan komunitas.
  10. Manajemen Program Kesejahteraan Sosial: Studi tentang manajemen program sosial, termasuk perencanaan program, pelaksanaan, evaluasi, dan pengelolaan sumber daya.
  11. Advokasi Sosial: Mempelajari teknik dan strategi advokasi sosial yang digunakan untuk memperjuangkan perubahan sosial dan kebijakan yang lebih baik.
  12. Pemberdayaan Masyarakat: Studi tentang upaya pemberdayaan masyarakat dan intervensi sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengatasi masalah sosial.
  13. Etika Profesional: Memahami prinsip-prinsip etika dalam praktik kesejahteraan sosial, termasuk perlindungan privasi dan hak individu.

Program Studi Kesejahteraan Sosial (S1) bertujuan untuk mempersiapkan lulusan dengan pemahaman dan keterampilan dasar dalam kesejahteraan sosial yang diperlukan untuk berperan dalam memahami, menganalisis, dan mengatasi masalah-masalah sosial dalam masyarakat.

Lulusan Program Studi Kesejahteraan Sosial (S1) memiliki berbagai peluang karir di sektor kesejahteraan sosial, pemerintah, organisasi nirlaba, serta lembaga pendidikan. Berikut adalah beberapa proyeksi karir yang mungkin relevan untuk lulusan program ini:

  1. Pekerja Sosial: Bekerja secara langsung dengan individu, keluarga, dan komunitas yang memerlukan dukungan sosial. Mereka membantu dalam mengevaluasi kebutuhan, merancang dan melaksanakan rencana dukungan, serta memberikan layanan sosial.
  2. Pegawai Pemerintah: Bekerja di departemen pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial. Mereka dapat bekerja dalam analisis kebijakan, pengelolaan program, atau pengawasan regulasi kesejahteraan.
  3. Konselor atau Terapis: Bekerja sebagai konselor kesejahteraan sosial atau terapis kesehatan mental yang membantu individu dalam mengatasi masalah emosional, mental, dan sosial.
  4. Koordinator Program Sosial: Bertanggung jawab dalam merancang, mengelola, dan mengkoordinasikan program-program kesejahteraan sosial yang menyasar kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, atau penyandang cacat.
  5. Manajer Organisasi Nirlaba: Memimpin organisasi nirlaba yang fokus pada pelayanan sosial, pendidikan, atau kesehatan. Mereka bertanggung jawab atas manajemen organisasi dan penggalangan dana.
  6. Pendamping Masyarakat: Bekerja di komunitas tertentu untuk membantu individu dan keluarga dalam memecahkan masalah sosial, mengakses sumber daya, dan membangun keterampilan yang diperlukan.
  7. Peneliti Kesejahteraan Sosial: Terlibat dalam penelitian tentang isu-isu kesejahteraan sosial untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang lebih baik.
  8. Pendidik Kesejahteraan Sosial: Mengajar dan melatih calon pekerja sosial serta profesional kesejahteraan dalam perguruan tinggi atau lembaga pendidikan.
  9. Koordinator Layanan Sosial: Bertugas dalam mengoordinasikan layanan sosial dan dukungan bagi kelompok rentan yang memerlukan bantuan, seperti korban kekerasan, pengungsi, atau penyandang cacat.
  10. Koordinator Keberlanjutan: Terlibat dalam program-program keberlanjutan yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan dan kesejahteraan sosial.
Kampus Tempat Akreditasi Selengkapnya
Institut Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jakarta Jakarta (Jakarta Selatan) tidakterakreditasi Detail
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Sulawesi Selatan (Makassar) A Detail
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Aceh (Banda Aceh) B Detail
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Sleman) A Detail
Universitas Halu Oleo Sulawesi Tenggara (Kendari) B Detail
Universitas Indonesia Jawa Barat (Depok) A Detail
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jawa Timur (Surabaya) baiksekali Detail
Universitas Sumatera Utara Sumatera Utara (Medan) A Detail
Universitas Tanjungpura Kalimantan Barat (Pontianak) A Detail
Universitas Bengkulu Bengkulu (Bengkulu) B Detail
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Yogyakarta (Sleman) Unggul Detail
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Banten (Tangerang Selatan) A Detail
Universitas Jember Jawa Timur (Jember) A Detail
Universitas Mulawarman Kalimantan Timur (Samarinda) A Detail
Universitas Padjadjaran Jawa Barat (Sumedang) A Detail
Universitas Binawan Jakarta (Jakarta Timur) C Detail
Universitas Cenderawasih Papua (Jayapura) B Detail
Universitas Darul Ulum Jawa Timur (Jombang) B Detail
Universitas Gunung Kidul Yogyakarta (Gunung Kidul) tidakterakreditasi Detail
Universitas Iskandar Muda Aceh (Banda Aceh) C Detail
Universitas Kristen Indonesia Maluku Maluku (Ambon) B Detail
Universitas Langlangbuana Jawa Barat (Bandung) B Detail
Universitas Muhammadiyah Jakarta Banten (Tangerang Selatan) B Detail
Universitas Muhammadiyah Kupang Nusa Tenggara Timur (Kupang) B Detail
Universitas Muhammadiyah Malang Jawa Timur (Malang) Unggul Detail
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Sumatera Utara (Medan) A Detail
Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo Gorontalo (Bone Bolango) tidakterakreditasi Detail
Universitas Pasundan Jawa Barat (Bandung) A Detail
Universitas Teknologi Sulawesi Sulawesi Selatan (Makassar) C Detail
Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial Manado Sulawesi Utara (Manado) Baik Detail
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Candradimuka Sumatera Selatan (Palembang) Baik Detail
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Widuri Jakarta (Jakarta Selatan) tidakterakreditasi Detail
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD Yogyakarta (Yogyakarta) B Detail
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula Nusa Tenggara Timur (Ende) C Detail
Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial Tamalanrea Sulawesi Selatan (Makassar) tidakterakreditasi Detail

Dapatkan layanan psikologi terpercaya

IDENTIFIKASI MINAT BAKAT

UNTUK KUALITAS HIDUP LEBIH BAIK

Pastikan memilih karir yang tepat lebih dini, untuk kehidupan anda selanjutnya

Hasil survey membuktikan, 65% mahasiswa mengaku kurang cocok dengan jurusan perkuliahan yang sedang mereka jalani saat ini (kesalahan memilih jurusan).

  • Program Studi di Perguruan Tinggi
  • Perencanaan Karir
  • Pemilihan Jurusan di SMA/SMK
Selengkapnya