
Pengertian Kecerdasan Emosional
12 May 2022
Dulewicz dan Higgs menemukan tujuh elemen utama dalam kecerdasan emosional yaitu: (a) penyadaran diri (self awareness), (b) manajemen emosi (emotional management), (c) motivasi diri (self motivation), (d) empati (empathy), (e) mengelola hubungan handling (handling relationship), (f) komunikasi interpersonal (interpersonal communication), (g) gaya pribadi (personal style). (Dikutip dari Khalifah, 2009).
Kecerdasan emosional terdiri dari beberapa aspek yang dikemukakan oleh Salovey dan Mayer (2011) yaitu sebagai berikut:
Mengenali emosi diri
Kemampuan individu yang berfungsi untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu, mencermati perasaan yang muncul. Ketidakmampuan untuk mencermati perasaan yang sesungguhnya menandakan bahwa orang berada dalam kekuasaan emosi.
Mengelola emosi
Kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepas kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat yang timbul karena kegagalan keterampilan emosi dasar. Kemampuan mengelola emosi meliputi kemampuan penguasaan diri dan kemampuan menenangkan kembali.
Memotivasi diri sendiri
Kemampuan untuk mengatur emosi merupakan alat untuk mencapai tujuan dan sangat penting untuk memotivasi dan menguasai diri. Kemampuan ini didasari oleh kemampuan mengendalikan emosi, yaitu menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati. Kemampuan ini meliputi pengendalian dorongan hati dan kekuatan berfikir positif.
Mengendalikan emosi orang lain
Kemampuan ini disebut empati, yaitu kemampuan yang bergantung pada kesadaran diri emosional, kemampuan ini merupakan ketrampilan dasar dalam bersosial. Orang empatik lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial tersembunyi yang mengisyaratkan apa yang dibutuhkan orang atau dikehendaki orang lain.
Membina hubungan sosial
Keterampilan mengelola emosi orang lain, meliputi ketrampilan sosial yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi. Individu mampu menangani emosi orang lain membutuhkan kematangan dan keterampilan emosional lain, yaitu manajemen diri dan empati. Landasan ini merupakan kecakapan sosial yang mendukung keberhasilan dalam pergaulan dengan orang lain. Adanya kemampuan sosial memungkinkan seseorang membentuk hubungan, untuk menggerakkan dan mengilhami orang, membina kedekatan hubungan, meyakinkan dan mempengaruhi, membuat orang lain merasa nyaman.
Seperti halnya Salovey, pada mulanya Daniel Goleman pun menyebut lima faktor penting guna mengembangkan kesadaran emosi, yakni (a) penyadaran diri, (b) mengelola emosi, (c) memotivasi diri sendiri, (d) empati, (e) keterampilan sosial. Namun akhirnya Goleman mempertegas sekaligus menyederhanakan frame work kompetensi kecerdasan emosional menjadi berikut ini:
Kesadaran diri
Kesadaran diri adalah keterampilan untuk mengetahui kondisi diri, kesukaan, sumber daya dan intuisi. Kesadaran diri merupakan keterampilan dasar yang vital untuk ketiga kecakapan emosi:
Kesadaran sosial
Kesadaran sosial yaitu kecakapan yang menentukan bagaimana seseorang menangani suatu hubungan. Akibat perbedaan-perbedaan dalam hal seberapa baik seseorang yang telah mempelajari keterampilan dasar kesadaran sosial, ada perbedaan terkait di antara setiap orang dalam hal kecakapan-kecakapan untuk bekerja yang dibangun di atas dasar empati. Empati merupakan ketarmpilan dasar untuk semua kecakapan sosial.
Kecakapan-kecakapan ini meliputi:
Manajemen diri
Manajemen diri yaitu keterampilan mengelola kondisi, impuls, dan sumber daya diri sendiri. Manajemen diri teridiri dari beberapa komponen, antara lain:
Keterampilan sosial
Yaitu kepintaran dalam menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain. Keterampilan sosial yang makna intinya adalah seni menangani emosi orang lain, merupakan dasar bagi beberapa kecakapan, yatiu antara lain:
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional memiliki beberapa aspek, seperti yang dikemukakan oleh Daniel Goleman yaitu a) kesadaran diri, b) kesadaran sosial, c) manajemen diri, dan d) keterampilan sosial.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!


Nilai dan Berikan Komentar