
PENGERTIAN COPING STRESS
14 May 2022
Maladaptive coping adalah cenderung berkeinginan untuk melarikan diri, menyangkal, dan mendapat gangguan penurunan fisik dan mental. Hal ini lebih cenderung pada kerugian pada diri seseorang daripada menguntungkan bagi dirinya. Di sisi lain, bukti penelitian menunjukkan bahwa maladaptive coping menjadi efektif untuk menghadapi stressor yang singkat (bising, sakit, dan ketidaknyamanan prosedur medis). Secara kognitif, coping ini dapat berguna karena dapat memberikan seseorang untuk beristirahat secara psikologis dan kesempatan untuk lari dari tekanan konstan dari situasi stres (Carver et al., 1989). Tiga strategi coping yang termasuk dalam maladaptive coping, yaitu: (a) focusing on and venting of emotion; (b) behavioral disengagement; dan (c) mental disengagement.
Focusing on and venting of emotion
Strategi coping ini berupa kecenderungan untuk memusatkan diri pada pengalaman yang membuat distress atau pada kekecewaaan yang dialami individu dan kemudian melampiaskan emosi-emosi tersebut. Respons ini kadang-kadang berfungsi dengan baik, misalnya ketika kematian orang yang dicintai. Individu menggunakan masa berkabung untuk melupakan rasa kehilangan yang dialaminya (Carver et al., 1989).
Dalam masa itu, individu tersebut melangkah maju, tidak lagi terpaku pada emosi-emosi yang dirasakannya. Individu menggunakan masa berkabung untuk mengakomodasi rasa kehilangan orang yang dicintai dan kemudian melangkah maju. Namun, memfokuskan diri pada emosi-emosi ini (khususnya dalam jangka waktu yang lama) dapat menghambat penyesuaian diri individu. Selain itu, hal tersebut akan mengganggu atau menghambat perhatian individu untuk mengusahakan coping yang aktif dan keluar dari distress-nya (Carver et al., 1989).
Behavioral disengagement
Strategi coping ini dalam bentuk mengurangi usaha individu untuk mengatasi stressor, bahkan menyerah atau menghentikan usaha untuk mempertahankan tujuan yang terganggu oleh stressor yang muncul. Strategi ini mencerminkan adanya gejala helplessness yaitu ada rasa tidak berdaya, sehingga individu menyerah dan tidak lagi berusaha untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Jenis coping ini, biasanya terjadi pada sebagian besar orang yang kurang atau bahkan tidak percaya bahwa coping yang aktif akan berhasil menyesuaikan masalahnya (Carver et al., 1989).
Mental disengagement
Strategi ini adalah variasi dari behavioral disengagement, dan merupakan bentuk lain dari tindakan menghentikan usaha coping yaitu dengan tidak memikirkan masalah yang dihadapinya. Mental disengagement dapat dilakukan dalam bentuk melakukan kegiatan untuk mengalihkan pikiran, melamun, atau berkhayal, tidur berlebihan ataupun terpaku menonton televisi sebagai cara untuk melarikan diri dari masalah. Jenis strategi ini merupakan kebalikan dari suppression of competing activities (Carver et al., 1989).
DAFTAR PUSTAKA
Carver, Charles S., Dkk. 1989. Assesing Coping Strategies: A Theoretically Based Approach. American Psychological Association. Vol.56(2)
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!


Nilai dan Berikan Komentar