
Teori Motivasi McClelland
28 June 2022
Gangguan kepribadian paranoid adalah suatu gangguan dalam bentuk pikiran yang mana mereka memiliki rasa takut dan curiga yang berlebihan terhadap orang lain. Terdapat ciri-ciri yang bisa dikenali pada penderita gangguan ini.
Kepekaan berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan merujuk pada kecenderungan seseorang untuk merasakan kecemasan, takut, atau minder yang berlebihan ketika menghadapi situasi yang memungkinkan terjadinya kegagalan atau penolakan. Orang yang mengalami kepekaan berlebihan ini seringkali menghindari situasi-situasi tersebut dan cenderung tidak memperlihatkan potensi terbaik mereka karena takut akan kegagalan atau penolakan. Sedangkan ketakutan akan penolakan terjadi ketika seseorang mengkhawatirkan akan ditolak atau tidak diterima oleh orang lain dalam situasi tertentu. Hal ini dapat menyebabkan seseorang menjadi cemas dan takut untuk berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain, bahkan dengan orang-orang yang sudah dikenal sebelumnya.
Kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti rasa sakit atau penghinaan yang dirasakan, kegagalan dalam menyelesaikan masalah atau konflik dengan orang lain, atau rasa tidak adil yang dirasakan. Meskipun pada awalnya dapat memberikan rasa kepuasan atau keadilan, namun dalam jangka panjang, kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam dapat menjadi beban dan memberikan dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang.
Orang yang mengalami paranoid thinking cenderung memiliki kecurigaan dan kekhawatiran berlebihan terhadap orang lain, bahkan terhadap orang-orang yang sebenarnya netral atau bersahabat. Paranoid thinking dapat muncul karena berbagai faktor, seperti pengalaman masa lalu yang traumatis, kecemasan sosial, atau bahkan gangguan psikologis seperti gangguan kecemasan atau gangguan paranoid. Orang yang mengalami paranoid thinking seringkali memiliki pikiran yang sangat kuat dan sulit untuk dirubah, bahkan dengan bukti-bukti yang jelas bahwa kecurigaan mereka tidak berdasar.
Disebut juga sebagai defensive behavior atau perilaku defensif. Seorang paranoid akan memiliki perilaku defensif. Perilaku defensif dapat terjadi ketika seseorang merasa terancam, tidak nyaman, atau tidak aman dalam situasi tertentu.
Orang yang mengalami gangguan kepribadian paranoid cenderung memiliki kecurigaan yang berlebihan dan tidak rasional terhadap pasangan mereka, bahkan jika tidak ada bukti atau dasar yang kuat untuk mendukung kecurigaan tersebut. hal ini dapat muncul karena berbagai faktor, seperti pengalaman masa lalu yang traumatis, ketidakamanan dalam hubungan, atau gangguan psikologis.
Orang yang mengalami paranoid cenderung berpikir bahwa segala hal harus berputar di sekitar dirinya sendiri, dan sulit untuk memahami atau memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang lain.
Orang yang mengalami paranoid thinking cenderung mempunyai keyakinan yang tidak rasional bahwa ada konspirasi atau kejahatan yang terjadi di sekitar mereka, dan merasa bahwa mereka atau orang yang dekat dengan mereka menjadi korban dari konspirasi tersebut. Pikiran-pikiran negatif yang dibuat oleh orang paranoid tentunya tidak berdasar dan tidak ada bukti mereka merasa jika merasa sedang terancam mereka akan mengira orang-orang sekitar mereka merupakan orang yang jahat.
Demikianlah penjelasan dari ciri-ciri gangguan kepribadian paranoid. Tidak salahnya kita memiliki kecurigaan karena pada dasarnya manusia mempunyai mekanisme pertahanan diri agar mendapat kenyamanan diri dari ancaman yang ada, namun apabila kecurigaan tersebut sudah berlebihan tentunya akan berdampak buruk kepada diri sendiri maupun orang lain. Namun orang yang mengalami paranoid tentunya mereka tidak sadar bahwa mereka memiliki gangguan ini kita sebagai orang terdekat dapat membantu mereka untuk sembuh dari hal ini dengan membawa ke orang yang prosfesional di bidangnya.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!


Nilai dan Berikan Komentar