
Strategi Peningkatan Kinerja Karyawan melalui Assessment Online yang Efektif
19 January 2024
Asesmen psikologi merupakan salah satu istilah dalam bidang psikologi yang sudah kerap kita dengar. Secara singkat, assessment psikologi memiliki makna rangkaian proses untuk melakukan evaluasi terhadap individu.
Asesmen memiliki makna menilai atau menaksir. Lebih luas, asesmen merupakan suatu prosedur yang bertujuan melakukan seleksi terhadap individu yang memenuhi persyaratan dalam melaksanakan sebuah tugas dan dilakukan oleh sekumpulan psikolog dan psikiater.
Assessment psikologi adalah serangkaian proses lengkap yang meliputi psikotes, observasi dan wawancara yang bertujuan untuk memotret potensi seseorang secara utuh.
Assessment psikologi berbeda dengan tes psikologi. Sebab, assessment psikologi bersifat lebih menyeluruh, sedangkan tes psikologi merupakan salah satu metode dalam asesmen psikologi. Dengan kata lain tes psikologi merupakan bagian dari assessment psikologi.
Asesmen psikologi meliputi empat tahapan pokok berikut ini.
Pada tahap pertama ini asesor menentukan tujuan pelaksanaan asesmen serta aspek apa saja yang akan diketahui dari subjeknya.
Pada tahap ini asesor menentukan teknik pengumpulan data yang akan digunakan. Terdapat beberapa teknik pengumpulan data, yaitu:
1. Observasi
Observasi merupakan salah satu metode yang dilakukan dengan sistematis melalui pengamatan dan pencatatan terhadap subjek. Tujuannya adalah untuk mengetahui data subjek yang tidak diperoleh dengan metode lain. Contoh penggunaan metode ini dalam beberapa bidang adalah sebagai berikut.
2. Wawancara
Wawancara adalah tanya jawab antara dua orang atau lebih untuk mendapatkan informasi tertentu. Dalam asesmen psikologi, wawancara merupakan metode yang memiliki sumber luas. Beberapa kelebihan metode wawancara yaitu:
Namun, wawancara juga memiliki kelemahan yaitu adanya distorsi dari karakteristik dan pertanyaan pewawancara, karakteristik narasumber dan suasana saat wawancara berlangsung.
3. Analisa Dokumen
Asesor dalam asesmen psikologi dapat mengidentifikasi dokumen yang meliputi ijazah sekolah, buku harian, surat, album foto, arsip pekerjaan, catatan medis, tabungan, catatan kepolisian, penghargaan, dsb. Analisa dokumen ini mempunyai kelebihan, yaitu lebih minim distorsi memori, jenis respon, motivasi , atau faktor situasi.
Contoh, ingin memperoleh informasi terkait hasil belajar subjek dengan melihat nilai rapor. Hal ini akan terhindar dari kebohongan subjek yang mungkin terjadi jika mengumpulkan data melalui wawancara.
4. Tes Psikologi
Metode tes dapat membantu memperoleh gambaran diri subjek. Kelebihan dari tes adalah bentuknya yang sudah standar, sehingga dapat meminimalisir bias yang mungkin muncul selama berlangsungnya proses pemeriksaan.
Respon dari subjek kemudian diubah menjadi bentuk skor kemudian asesor melakukan analisis kuantitatif. Dari skor tersebut, asesor kemudian menginterpretasi sesuai dengan norma yang ada.
Tahap ini adalah tahap di mana asesor mengintegrasikan data-data yang telah mereka dapat dalam proses asesmen. Asesor memberikan skor, mengolah, dan menginterpretasikan data sehingga mendapatkan gambaran diri subjek.
Tahap terakhir dalam asesmen psikologi ini merupakan tahap di mana assesor menyusun hasil interpretasinya dalam bentuk laporan. Dalam menyusun laporan, asesor perlu memperhatikan pihak yang akan menerima dan membaca laporan tersebut apakah orang tua, kepala sekolah, siswa, manajer HRD, karyawan, atau yang lainnya.
Sebuah laporan asesmen yang baik harus memenuhi tiga persyaratan berikut.
1. Jelas
Laporan asesmen harus jelas. Sebab, tanpa kriteria ini, relevansi dan kegunaan
laporan tidak dapat dievaluasi. Laporan asesmen psikologi yang tidak jelas merupakan suatu masalah karena kesalahan interpretasi dapat menyebabkan kesalahan pengambilan keputusan.
2. Relevan dengan tujuan
Laporan asesmen harus sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan pada awal asesmen. Jika tujuan awalnya adalah untuk mengklasifikasikan perilaku, maka dalam laporan juga harus menekankan informasi yang berkaitan dengan hal tersebut.
4. Berguna
Penyusunan laporan asesmen bertujuan untuk dapat memberikan informasi tambahan yang penting tentang subjek.
Asesmen psikologi memiliki empat tahapan dalam pelaksanaannya. Keempat tahapan ini merupakan satu kesatuan dan pelaksanaannya harus berurutan.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!

21 January 2024

26 January 2024

31 January 2024

06 May 2024

16 May 2024

18 May 2024

22 May 2024

24 May 2024

25 May 2024


Nilai dan Berikan Komentar