Ilmu Lingkungan
No. Prodi A1104
Tingkat Prodi Ilmu Lingkungan (S2)
Strata S2
Gelar Magister Lingkungan
Singkatan Gelar M.Ling
Rumpun Matemarika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)
Sub rumpun Ilmu IPA

Program Magister (S2) dalam Studi Ilmu Lingkungan adalah program pascasarjana yang dirancang untuk memahami isu-isu lingkungan, keberlanjutan, dan tantangan yang terkait. Program ini mencakup berbagai topik yang relevan untuk mendalami ilmu lingkungan dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak lingkungan serta cara mengatasinya. Berikut adalah gambaran umum materi dan topik yang biasanya dipelajari dalam program S2 Studi Ilmu Lingkungan:

  1. Dasar-Dasar Ilmu Lingkungan: Memahami prinsip-prinsip dasar ilmu lingkungan, termasuk interaksi antara manusia dan lingkungan alam.
  2. Kebijakan Lingkungan dan Hukum: Studi tentang kebijakan lingkungan, regulasi, dan hukum yang memengaruhi perlindungan lingkungan dan keberlanjutan.
  3. Ekologi Lingkungan: Mempelajari hubungan ekologi antara organisme dan lingkungan mereka, serta interaksi antara faktor-faktor ekosistem.
  4. Pengukuran Kinerja Lingkungan: Memahami metode pengukuran dan pemantauan dampak lingkungan serta cara melaporkannya.
  5. Pencemaran Lingkungan: Studi tentang pencemaran udara, air, dan tanah, serta dampaknya pada kesehatan manusia dan lingkungan.
  6. Perubahan Iklim dan Dampaknya: Fokus pada perubahan iklim global, penyebabnya, dan dampaknya pada lingkungan dan masyarakat.
  7. Konservasi Biodiversitas: Mempelajari keanekaragaman hayati dan upaya pelestarian spesies dan ekosistem.
  8. Pengelolaan Limbah dan Daur Ulang: Studi tentang manajemen limbah padat dan cair, pemrosesan limbah, dan praktik daur ulang.
  9. Konservasi Energi dan Efisiensi Energi: Memahami praktik konservasi energi dan penggunaan energi yang efisien.
  10. Pengelolaan Air dan Kualitas Air: Studi tentang upaya pelestarian air bersih dan pemantauan kualitas air.
  11. Etika Lingkungan: Pertimbangan etika dan nilai-nilai yang mendasari kebijakan dan praktik lingkungan.
  12. Sosial dan Budaya Lingkungan: Mempelajari dampak lingkungan pada masyarakat dan budaya serta keterlibatan masyarakat dalam perlindungan lingkungan.
  13. Analisis Risiko Lingkungan: Mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko lingkungan dalam berbagai konteks.
  14. Pengembangan Berkelanjutan: Fokus pada strategi dan praktik pembangunan berkelanjutan serta bagaimana mengintegrasikannya dalam berbagai sektor.
  15. Pengembangan Kebijakan Lingkungan: Bertanggung jawab atas pengembangan, implementasi, dan evaluasi kebijakan lingkungan di berbagai tingkatan pemerintahan.

Program S2 Studi Ilmu Lingkungan bertujuan untuk melatih para profesional yang mampu memahami, mengelola, dan mencari solusi untuk isu-isu lingkungan dan keberlanjutan yang kompleks. Lulusan program ini memiliki peluang karir di berbagai sektor, termasuk pemerintah, lembaga non-pemerintah, industri, penelitian, dan konsultasi yang berfokus pada masalah lingkungan dan keberlanjutan.

Lulusan program S2 dalam Studi Ilmu Lingkungan memiliki beragam peluang karir di berbagai sektor yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, keberlanjutan, dan pelestarian sumber daya alam. Berikut adalah beberapa proyeksi karir yang umumnya dapat dikejar oleh lulusan program S2 Studi Ilmu Lingkungan:

  1. Konsultan Lingkungan: Bekerja sebagai konsultan independen atau di perusahaan konsultan lingkungan yang memberikan layanan dalam penilaian dampak lingkungan, manajemen risiko lingkungan, dan pengembangan strategi keberlanjutan.
  2. Ahli Kebijakan Lingkungan: Bekerja di departemen pemerintah, lembaga penelitian, atau organisasi non-pemerintah yang fokus pada pengembangan dan implementasi kebijakan lingkungan, regulasi, dan inisiatif keberlanjutan.
  3. Manajer Proyek Keberlanjutan: Terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek keberlanjutan yang mencakup perencanaan lingkungan, energi terbarukan, dan pengelolaan sumber daya alam.
  4. Peneliti Lingkungan: Melanjutkan penelitian di universitas atau lembaga penelitian untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu lingkungan dan berkontribusi pada penemuan solusi berkelanjutan.
  5. Koordinator Program Lingkungan: Mengelola program-program lingkungan dan keberlanjutan di organisasi atau lembaga non-pemerintah yang fokus pada isu-isu lingkungan.
  6. Pegawai Pemerintah Daerah: Bekerja di pemerintah daerah sebagai manajer lingkungan, pengawas kebijakan lingkungan, atau penasihat kebijakan lingkungan.
  7. Pengelola Risiko Lingkungan: Bekerja untuk perusahaan atau lembaga yang membutuhkan manajemen risiko lingkungan dalam operasi mereka.
  8. Kurikulum Developer: Terlibat dalam pengembangan kurikulum pendidikan dan pelatihan tentang isu-isu lingkungan dan keberlanjutan.
  9. Manajer Kebijakan Perubahan Iklim: Terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat pemerintah atau lembaga lingkungan.
  10. Koordinator Konservasi: Bertanggung jawab atas pengelolaan dan perlindungan ekosistem, pelestarian keanekaragaman hayati, dan upaya untuk melestarikan spesies yang terancam punah.
  11. Pengusaha Lingkungan: Membuka usaha sendiri dalam bidang konsultasi lingkungan, teknologi berkelanjutan, atau produk dan layanan yang mendukung keberlanjutan.
  12. Manajer Program Pelestarian: Bertanggung jawab atas pengembangan dan implementasi program pelestarian lingkungan di lembaga non-pemerintah atau organisasi konservasi.
  13. Manajer Dampak Sosial dan Lingkungan (ESG): Bertanggung jawab atas evaluasi dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) serta implementasi praktik berkelanjutan.
Kampus Tempat Akreditasi Selengkapnya
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Sleman) A Detail
Universitas Indonesia Jawa Barat (Depok) A Detail
Universitas Lampung Lampung (Bandar Lampung) A Detail
Universitas Negeri Padang Sumatera Barat (Padang) A Detail
Institut Teknologi Yogyakarta Yogyakarta (Bantul) Baik Detail
Universitas Tanjungpura Kalimantan Barat (Pontianak) A Detail
Universitas Sebelas Maret Jawa Tengah (Surakarta) A Detail
Universitas Udayana Bali (Badung) A Detail
Universitas Diponegoro Jawa Tengah (Semarang) A Detail
Universitas Mulawarman Kalimantan Timur (Samarinda) A Detail
Universitas Padjadjaran Jawa Barat (Sumedang) A Detail
Universitas Riau Riau (Pekanbaru) A Detail
Universitas Jambi Jambi (Muaro Jambi) B Detail
Universitas Jenderal Soedirman Jawa Tengah (Banyumas) A Detail
Universitas Papua Papua Barat (Manokwari) tidakterakreditasi Detail
Universitas Nusa Cendana Nusa Tenggara Timur (Kupang) B Detail
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Jawa Timur (Surabaya) A Detail

Dapatkan layanan psikologi terpercaya

IDENTIFIKASI MINAT BAKAT

UNTUK KUALITAS HIDUP LEBIH BAIK

Pastikan memilih karir yang tepat lebih dini, untuk kehidupan anda selanjutnya

Hasil survey membuktikan, 65% mahasiswa mengaku kurang cocok dengan jurusan perkuliahan yang sedang mereka jalani saat ini (kesalahan memilih jurusan).

  • Program Studi di Perguruan Tinggi
  • Perencanaan Karir
  • Pemilihan Jurusan di SMA/SMK
Selengkapnya