Manajemen Bencana
No. Prodi A1164
Tingkat Prodi Manajemen Bencana (S2)
Strata S2
Gelar Magister lingkungan
Singkatan Gelar M.Ling
Rumpun Matemarika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)
Sub rumpun Kebumian dan Angkasa

Program studi Manajemen Bencana pada tingkat S2 dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam dan keterampilan dalam mengelola bencana, baik dari segi mitigasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Berikut adalah gambaran umum tentang topik-topik yang mungkin dipelajari dalam program studi Manajemen Bencana (S2):

  1. Teori dan Konsep Manajemen Bencana: Pengantar konsep-konsep dasar dan teori dalam manajemen bencana.
  2. Pemahaman Tentang Bencana: Studi mendalam tentang berbagai jenis bencana seperti gempa bumi, banjir, badai, kebakaran hutan, dan lainnya.
  3. Evaluasi Risiko dan Kerentanan: Metode dan alat untuk mengevaluasi risiko dan kerentanan terhadap bencana.
  4. Perencanaan Mitigasi Bencana: Strategi dan tindakan untuk mengurangi risiko bencana melalui mitigasi dan pengurangan risiko.
  5. Sistem Peringatan Dini: Pengembangan dan implementasi sistem peringatan dini untuk memitigasi dampak bencana.
  6. Tanggap Darurat: Keterampilan dalam merencanakan dan melaksanakan tanggap darurat selama fase awal bencana.
  7. Manajemen Krisis: Strategi manajemen krisis dan pengambilan keputusan di tengah keadaan darurat.
  8. Logistik dan Distribusi Bantuan: Perencanaan dan pelaksanaan logistik untuk mendistribusikan bantuan dan sumber daya selama dan setelah bencana.
  9. Pengelolaan Shelter dan Pemukiman Darurat: Perencanaan dan pengelolaan tempat penampungan dan pemukiman darurat bagi korban bencana.
  10. Rehabilitasi dan Rekonstruksi: Strategi dan proses untuk memulihkan daerah yang terkena dampak bencana dan memulai rekonstruksi.
  11. Aspek Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat: Pemahaman tentang dampak sosial dan kesejahteraan masyarakat yang terkena bencana.
  12. Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan manajemen bencana.
  13. Komunikasi dan Edukasi Bencana: Strategi komunikasi efektif dan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bencana.
  14. Kerjasama dan Diplomasi: Keterampilan dalam menjalin kerjasama dan diplomasi dengan berbagai pihak terkait dalam penanggulangan bencana.
  15. Penggunaan Teknologi Informasi: Pemanfaatan teknologi informasi dan sistem informasi geografis (SIG) untuk manajemen bencana.
  16. Evaluasi Kebijakan dan Manajemen Proyek: Evaluasi kebijakan bencana dan manajemen proyek dalam konteks rehabilitasi dan rekonstruksi.
  17. Studi Kasus dan Simulasi: Analisis studi kasus nyata dan simulasi untuk memahami implementasi konsep dan teori dalam situasi praktis.

Program studi Manajemen Bencana pada tingkat S2 bertujuan untuk membekali lulusan dengan pemahaman holistik tentang manajemen bencana, serta keterampilan yang diperlukan untuk merencanakan, mengelola, dan merespons bencana secara efektif. Lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya mitigasi dan penanggulangan benca

Lulusan program studi Manajemen Bencana pada tingkat S2 memiliki proyeksi karir yang sangat penting dan relevan, mengingat kompleksitas tantangan global yang berkaitan dengan penanggulangan bencana. Berikut adalah beberapa proyeksi karir yang mungkin terbuka bagi lulusan program S2 Manajemen Bencana:

  1. Spesialis Manajemen Bencana: Menjadi ahli dalam perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan kebijakan dan strategi manajemen bencana di berbagai konteks.
  2. Konsultan Bencana: Bekerja sebagai konsultan independen atau di perusahaan konsultan untuk memberikan saran tentang mitigasi risiko bencana, tanggap darurat, dan rekonstruksi.
  3. Manajer Keamanan Bencana: Bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan tindakan keamanan dan tanggap darurat dalam menghadapi bencana.
  4. Koordinator Bantuan Kemanusiaan: Terlibat dalam koordinasi dan manajemen bantuan kemanusiaan di tingkat nasional atau internasional.
  5. Pengelola Program Bencana di Organisasi Internasional: Bekerja di lembaga-lembaga internasional atau NGO sebagai pengelola program bencana dan koordinasi respons global terhadap bencana.
  6. Peneliti di Bidang Manajemen Bencana: Melakukan penelitian dan kontribusi ilmiah untuk pengembangan konsep, metode, dan teknologi dalam manajemen bencana.
  7. Pemimpin Tim Tanggap Darurat: Menjadi pemimpin tim tanggap darurat yang bertugas merespons bencana secara langsung.
  8. Manajer Logistik dan Distribusi Bantuan: Bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan logistik untuk mendistribusikan bantuan dan sumber daya selama dan setelah bencana.
  9. Pengembang Kebijakan Pemerintah: Berkontribusi dalam pengembangan kebijakan bencana di tingkat pemerintah, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
  10. Pengelola Proyek Rekonstruksi: Terlibat dalam perencanaan dan implementasi proyek rekonstruksi setelah bencana untuk memulihkan masyarakat dan infrastruktur.
  11. Dosen atau Instruktur Manajemen Bencana: Memberikan pengajaran di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi untuk mendidik generasi berikutnya dalam manajemen bencana.
  12. Pengelola Informasi Bencana: Bertanggung jawab atas pengumpulan, analisis, dan distribusi informasi terkait bencana untuk mendukung keputusan dan respons yang tepat.
  13. Koordinator Riset dan Pengembangan: Terlibat dalam proyek riset dan pengembangan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang bencana dan upaya penanggulangan.
  14. Pengusaha atau Pendiri Organisasi Bencana: Membangun organisasi atau perusahaan yang fokus pada manajemen bencana atau solusi inovatif untuk mitigasi risiko bencana.
  15. Manajer Keamanan Lingkungan: Mengelola aspek keamanan dan lingkungan dalam konteks risiko bencana dan dampaknya terhadap ekosistem.
  16. Pemimpin Komunitas dan Kapasitas Bangunan: Bekerja dengan komunitas lokal untuk membangun kapasitas mereka dalam menghadapi bencana dan meningkatkan ketahanan komunitas.
Kampus Tempat Akreditasi Selengkapnya
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Sleman) A Detail
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Sleman) A Detail
Universitas Indonesia Jawa Barat (Depok) A Detail
Universitas Syiah Kuala Aceh (Banda Aceh) A Detail
Universitas Airlangga Jawa Timur (Surabaya) A Detail
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta Yogyakarta (Sleman) B Detail
Universitas Pertahanan Jawa Barat (Bogor) A Detail

Dapatkan layanan psikologi terpercaya

IDENTIFIKASI MINAT BAKAT

UNTUK KUALITAS HIDUP LEBIH BAIK

Pastikan memilih karir yang tepat lebih dini, untuk kehidupan anda selanjutnya

Hasil survey membuktikan, 65% mahasiswa mengaku kurang cocok dengan jurusan perkuliahan yang sedang mereka jalani saat ini (kesalahan memilih jurusan).

  • Program Studi di Perguruan Tinggi
  • Perencanaan Karir
  • Pemilihan Jurusan di SMA/SMK
Selengkapnya