Ilmu Komunikasi
No. Prodi A1631
Tingkat Prodi Ilmu Komunikasi (S2)
Strata S2
Gelar Magister Ilmu Komunikasi
Singkatan Gelar M.I.Kom
Rumpun Ilmu Sosial Humaniora
Sub rumpun Humaniora

Program Magister Ilmu Komunikasi adalah program pascasarjana yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang komunikasi dalam berbagai konteks dan disiplin ilmu. Berikut adalah penjelasan umum tentang mata kuliah yang biasanya termasuk dalam program ini:

  1. Teori Komunikasi: Mata kuliah ini mengenalkan mahasiswa pada berbagai teori komunikasi yang mendasari studi komunikasi. Ini mencakup teori-teori komunikasi interpersonal, komunikasi massa, komunikasi antarbudaya, dan teori-teori komunikasi yang relevan lainnya.
  2. Metodologi Penelitian: Mahasiswa mempelajari metode penelitian yang digunakan dalam studi komunikasi, termasuk metode kualitatif dan kuantitatif. Mereka belajar cara merancang penelitian, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menginterpretasikan hasil penelitian.
  3. Media dan Teknologi Komunikasi: Ini termasuk pemahaman tentang perkembangan media baru, media sosial, dampak teknologi pada komunikasi, dan bagaimana media digunakan dalam berbagai konteks seperti jurnalisme, periklanan, dan hiburan.
  4. Komunikasi Organisasi: Mata kuliah ini fokus pada komunikasi dalam konteks organisasi, termasuk komunikasi internal, komunikasi kepemimpinan, manajemen konflik, dan komunikasi strategis dalam bisnis dan organisasi.
  5. Konteks Politik dan Sosial: Mahasiswa mempelajari komunikasi dalam konteks politik dan sosial, termasuk kampanye politik, advokasi sosial, propaganda, dan komunikasi pemerintah.
  6. Komunikasi Antarbudaya: Ini termasuk pemahaman tentang bagaimana budaya memengaruhi komunikasi dan bagaimana berkomunikasi dengan efektif dalam lingkungan multikultural.
  7. Komunikasi Pemasaran: Mahasiswa mempelajari konsep pemasaran, strategi pemasaran, perilaku konsumen, periklanan, dan promosi.
  8. Krisis dan Manajemen Reputasi: Ini mencakup cara mengelola komunikasi dalam situasi krisis, merestorasi reputasi, dan menghadapi tantangan komunikasi dalam keadaan sulit.
  9. Komunikasi Politik dan Publik: Fokus pada komunikasi politik, kampanye politik, pengaruh media dalam politik, dan hubungan antara politik dan media.
  10. Komunikasi Persuasif: Ini mencakup pemahaman tentang komunikasi persuasif, termasuk penggunaan retorika, pendekatan komunikasi persuasif dalam iklan dan kampanye.
  11. Etika dan Hukum Komunikasi: Mahasiswa memahami isu-isu etika dan hukum yang berkaitan dengan komunikasi, termasuk hak cipta, privasi, kebebasan pers, dan tanggung jawab media.
  12. Kajian Kasus dan Penelitian Independen: Seringkali, program magister Ilmu Komunikasi melibatkan proyek penelitian independen atau analisis kasus yang memungkinkan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari dalam konteks nyata.

Program magister Ilmu Komunikasi memungkinkan mahasiswa untuk mendalami pemahaman mereka tentang komunikasi dan mempersiapkan mereka untuk berkarir di berbagai bidang seperti jurnalisme, pemasaran, periklanan, hubungan masyarakat, manajemen media, penelitian, dan banyak lagi. Selain itu, program ini juga dapat mengarah pada penelitian lanjutan atau studi doktor dalam bidang komunikasi.

Lulusan program studi Magister Ilmu Komunikasi memiliki berbagai peluang karir yang melibatkan pemahaman yang mendalam tentang komunikasi dalam berbagai konteks. Di bawah ini adalah beberapa proyeksi karir yang mungkin dijalani oleh lulusan program Magister Ilmu Komunikasi:

  1. Manajer Komunikasi Perusahaan: Lulusan dapat bekerja sebagai manajer komunikasi di perusahaan atau organisasi, bertanggung jawab atas pengelolaan strategi komunikasi, hubungan media, dan komunikasi internal.
  2. Spesialis Media Sosial: Pekerjaan dalam manajemen media sosial melibatkan pengembangan, pelaksanaan, dan pengukuran kampanye media sosial. Lulusan dapat bekerja di berbagai industri, termasuk perusahaan teknologi, periklanan, dan agensi media sosial.
  3. Konsultan Hubungan Masyarakat (PR): Karir di PR melibatkan pembuatan dan pelaksanaan strategi PR untuk klien atau organisasi untuk mempromosikan citra positif dan mengelola krisis komunikasi.
  4. Konsultan Komunikasi Perusahaan: Sebagai konsultan komunikasi perusahaan, lulusan membantu organisasi dalam mengembangkan pesan dan strategi komunikasi yang efektif, serta memberikan saran untuk peningkatan reputasi.
  5. Manajer Media: Ini mencakup pekerjaan di stasiun televisi, radio, atau perusahaan produksi, di mana lulusan bertanggung jawab atas manajemen konten, produksi, dan distribusi berita atau hiburan.
  6. Analisis Data Komunikasi: Pekerjaan dalam analisis data komunikasi melibatkan penggunaan data untuk mengukur dampak kampanye komunikasi dan memberikan wawasan untuk pengambilan keputusan.
  7. Konsultan Pemasaran: Lulusan dapat bekerja sebagai konsultan pemasaran yang membantu perusahaan merencanakan dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang efektif, termasuk strategi pemasaran digital.
  8. Peneliti Komunikasi: Karir di bidang penelitian melibatkan penelitian akademik atau penelitian pasar yang mendalam untuk memahami tren komunikasi, perilaku konsumen, dan efektivitas kampanye komunikasi.
  9. Pengajar atau Dosen: Lulusan dapat mengajar di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi lainnya, berbagi pengetahuan mereka tentang komunikasi dengan mahasiswa.
  10. Wartawan atau Editor: Bagi mereka yang tertarik pada bidang jurnalisme, lulusan dapat bekerja sebagai wartawan atau editor di berbagai media, termasuk cetak, televisi, radio, dan online.
  11. Konsultan Komunikasi Politik: Lulusan dapat bekerja dalam kampanye politik sebagai konsultan komunikasi untuk membantu calon atau partai politik dalam pesan, strategi komunikasi, dan manajemen krisis.
  12. Pengembang Konten Digital: Ini melibatkan pembuatan konten digital, seperti artikel, video, atau podcast, untuk platform online atau sosial media.
  13. Manajemen Perusahaan Media: Lulusan dapat bekerja dalam manajemen perusahaan media seperti stasiun TV, radio, atau perusahaan produksi untuk mengelola operasi dan pengembangan bisnis.
  14. Pengembangan Hubungan Antarpribadi: Pengembangan hubungan antarpribadi melibatkan keterampilan komunikasi interpersonal yang mendalam dan bisa berlaku di berbagai sektor, termasuk manajemen, penjualan, dan perencanaan acara.
Kampus Tempat Akreditasi Selengkapnya
Institut Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jakarta Jakarta (Jakarta Selatan) tidakterakreditasi Detail
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Sleman) A Detail
Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan (Makassar) A Detail
Universitas Indonesia Jawa Barat (Depok) A Detail
Universitas Lampung Lampung (Bandar Lampung) A Detail
Institut Komunikasi Dan Bisnis LSPR Jakarta (Jakarta Pusat) baiksekali Detail
Universitas Sumatera Utara Sumatera Utara (Medan) A Detail
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten (Serang) A Detail
Universitas Sebelas Maret Jawa Tengah (Surakarta) A Detail
Universitas Andalas Sumatera Barat (Padang) A Detail
Universitas Bengkulu Bengkulu (Bengkulu) B Detail
Universitas Bina Nusantara Jakarta (Jakarta Barat) A Detail
Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur (Malang) A Detail
Universitas Diponegoro Jawa Tengah (Semarang) A Detail
Universitas Gunadarma Jakarta (Jakarta Barat) A Detail
Universitas Jayabaya Jakarta (Jakarta Timur) B Detail
Universitas Mercu Buana Jakarta Jawa Barat (Bekasi) A Detail
Universitas Padjadjaran Jawa Barat (Sumedang) A Detail
Universitas Riau Riau (Pekanbaru) A Detail
Universitas Atma Jaya Yogyakarta Yogyakarta (Sleman) A Detail
Universitas Bina Darma Sumatera Selatan (Palembang) B Detail
Universitas Budi Luhur Jakarta (Jakarta Selatan) C Detail
Universitas Bunda Mulia Jakarta (Jakarta Utara) B Detail
Universitas Darma Agung Sumatera Utara (Medan) C Detail
Universitas Dr Soetomo Jawa Timur (Surabaya) B Detail
Universitas Esa Unggul Jakarta (Jakarta Barat) B Detail
Universitas Fajar Sulawesi Selatan (Makassar) B Detail
Universitas Islam Bandung Jawa Barat (Bandung) A Detail
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Kalimantan Selatan (Banjarmasin) B Detail
Universitas Jenderal Soedirman Jawa Tengah (Banyumas) A Detail
Universitas Muhammadiyah Jakarta Banten (Tangerang Selatan) B Detail
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Sumatera Utara (Medan) A Detail
Universitas Paramadina Jakarta (Jakarta Selatan) B Detail
Universitas Pasundan Jawa Barat (Bandung) A Detail
Universitas Pelita Harapan Banten (Tangerang) B Detail
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta Yogyakarta (Sleman) B Detail
Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta (Jakarta Pusat) B Detail
Universitas Prof Dr Moestopo Jakarta (Jakarta Selatan) B Detail
Universitas Sahid Jakarta Selatan (Jakarta) B Detail
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi Jakarta (Jakarta Selatan) B Detail

Dapatkan layanan psikologi terpercaya

IDENTIFIKASI MINAT BAKAT

UNTUK KUALITAS HIDUP LEBIH BAIK

Pastikan memilih karir yang tepat lebih dini, untuk kehidupan anda selanjutnya

Hasil survey membuktikan, 65% mahasiswa mengaku kurang cocok dengan jurusan perkuliahan yang sedang mereka jalani saat ini (kesalahan memilih jurusan).

  • Program Studi di Perguruan Tinggi
  • Perencanaan Karir
  • Pemilihan Jurusan di SMA/SMK
Selengkapnya