Hukum Keluarga
Hukum Keluarga | |
No. Prodi | A0142 |
Tingkat Prodi | Hukum Keluarga (S3) |
Strata | S3 |
Gelar | Doktor Hukum |
Singkatan Gelar | Dr.H |
Rumpun | Ilmu Sosial Humaniora |
Sub rumpun |
Program Studi Hukum Keluarga (S3) adalah program pendidikan tinggi yang mengkhususkan diri dalam studi hukum yang berkaitan dengan isu-isu keluarga dan pernikahan. Ini mencakup pemahaman tentang hukum pernikahan, perceraian, hak-hak anak, dan isu-isu lain yang berkaitan dengan keluarga. Berikut adalah gambaran umum tentang apa yang akan dipelajari dalam program studi ini
- Hukum Perkawinan: Mempelajari aspek hukum pernikahan, termasuk syarat-syarat perkawinan, proses pernikahan, dan dampak hukumnya.
- Hukum Perceraian: Memahami proses perceraian, pemisahan harta, hak asuh anak, dan isu-isu terkait perceraian.
- Hak Anak dan Perlindungan Anak: Mengkaji hak-hak anak, hak asuh, dan perlindungan anak dalam konteks hukum keluarga.
- Hak Properti Keluarga: Belajar tentang hak kepemilikan, pengelolaan, dan pembagian harta bersama dalam keluarga.
- Hak Keluarga dan Warisan: Memahami hak-hak keluarga dalam warisan dan pembagian harta pusaka.
- Hukum Keluarga Internasional: Studi tentang hukum keluarga yang berlaku antar negara, termasuk konvensi dan perjanjian internasional.
- Hukum Kesejahteraan Keluarga: Mengkaji isu-isu kesejahteraan keluarga, termasuk dukungan anak dan pasangan.
- Mediasi Keluarga: Belajar tentang teknik mediasi dalam menyelesaikan sengketa keluarga.
- Hukum Gender dan Keadilan Sosial: Memahami isu-isu gender dalam hukum keluarga dan mencari keadilan sosial.
- Etika dan Praktik Profesional: Mengenal etika profesi dalam praktik hukum keluarga.
Program S3 Hukum Keluarga biasanya melibatkan penelitian mandiri yang signifikan, penyusunan disertasi, dan kontribusi terhadap perkembangan pengetahuan di bidang hukum keluarga melalui publikasi artikel ilmiah. Mahasiswa juga dapat terlibat dalam kegiatan pengajaran di tingkat perguruan tinggi dan berpartisipasi dalam konferensi ilmiah untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Lulusan Program Studi Hukum Keluarga (S3) memiliki peluang karir dalam berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan keluarga, pernikahan, dan isu-isu terkait. Beberapa opsi karir yang mungkin meliputi:
- Pengacara Hukum Keluarga: Bekerja sebagai pengacara spesialis dalam kasus perceraian, hak asuh anak, pembagian harta bersama, dan isu-isu hukum keluarga lainnya.
- Mediator Keluarga: Memfasilitasi mediasi antara pasangan yang bercerai atau berkonflik dalam menyelesaikan sengketa keluarga.
- Hakim Keluarga: Memutuskan kasus-kasus hukum keluarga di pengadilan dan memberikan keputusan hukum.
- Konsultan Hukum Keluarga: Memberikan konsultasi hukum kepada individu dan keluarga yang membutuhkan nasihat hukum.
- Penasehat Hukum di Organisasi Nirlaba: Bekerja untuk organisasi nirlaba yang fokus pada isu-isu keluarga dan sosial.
- Peneliti Hukum: Terlibat dalam penelitian akademis atau lembaga penelitian yang berkaitan dengan hukum keluarga.
- Pendidik Hukum: Mengajar di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi sebagai dosen atau pengajar hukum keluarga.
- Pengacara Perlindungan Anak: Spesialis dalam kasus hak asuh anak dan perlindungan anak.
- Pengacara Perlindungan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Mewakili korban kekerasan dalam rumah tangga dalam proses hukum.
- Pengacara Perwakilan Anak: Bertindak sebagai pengacara perwakilan anak dalam kasus-kasus hukum keluarga.
Kampus | Tempat | Akreditasi | Selengkapnya |
---|---|---|---|
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung | Lampung (Lampung) | B | Detail |
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim | Riau (Pekanbaru) | B | Detail |
Layanan Konselor
Layanan Konselor Mental Check Up
Cek Kesehatan MentalIDENTIFIKASI MINAT BAKAT
UNTUK KUALITAS HIDUP LEBIH BAIK
Pastikan memilih karir yang tepat lebih dini, untuk kehidupan anda selanjutnya
Hasil survey membuktikan, 65% mahasiswa mengaku kurang cocok dengan jurusan perkuliahan yang sedang mereka jalani saat ini (kesalahan memilih jurusan).
Selengkapnya