
PENGERTIAN RESILIENSI
16 May 2020
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi resiliensi. Faktor Yang Mempengaruhi Resiliensi dapat berupa faktor internal (Internal Protective factor) dan faktor eksternal (External Protective factor). Internal Protective factor merupakan Protective factor yang bersumber dari diri individu seperti harga diri, efikasi diri, kemampuan mengatasi masalah, regulasi emosi dan optimism. Sedangkan external Protective factor merupakan faktor protektif yang bersumber dari luar individu, misalnya support dari keluarga dan lingkungan (McCubbin, L. 2001).
Sedikit berbeda dengan pembagian oleh McCubbin, Schoon membagi faktor yang mendukung resiliensi seseorang (faktor protektif) ke dalam aspek individu, keluarga dan komunitas. Faktor protektif dari aspek individu antara lain inteligensi, kemampuan sosial dan aspek individu lainnya. Aspek keluarga terkait dengan dukungan keluarga ketika seseorang menghadapi tekanan. Sedangkan aspek komunitas berkenaan dengan aspek lingkungan yang dapat menjadi pendukung bagi individu ketika menghadapi tekanan (Schoon, I. 2006).
Grotberg (2004) mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi resiliensi pada seseorang, yaitu sebagai berikut:
Temperamen adalah pembawaan individu yang bereaksi (Ashari, 1996). Tempramen mempengaruhi bagaimana seorang individu bereaksi terhadap rangsangan. Apakah individu tersebut bereaksi dengan sangat cepat atau sangat lambat terhadap rangsangan? Tempramen dasar seseorang mempengaruhi bagaimana individu menjadi seorang pengambil resiko atau menjadi individu yang lebih berhati-hati.
Inteligensi berasal dari bahasa inggris dari kata intelligence yang diartikan sebagai keampuan untuk bertemu dan menyesuaikan pada situasi secara cepat dan efektif (Ashari, 1996). Inteligensi juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memanfaatkann konsep-konsep abstrak secara efektif (Ashari, 1996). Banyak penelitian membuktikan bahwa inteligensi rata-rata atau rata-rata bawah lebih penting dalam kemampuan resiliensi seseorang. Namun penelitian yang dilakukan oleh Gortberg (1999) membuktikan bahwa kemampuan resiliensi tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, melainkan oleh banyak faktor.
Perbedaan budaya merupakan faktor yang membatasi dinamika yang berbeda dalam mempromosikan resiliensi.
Usia anak mempengaruhi dalam kemampuan resiliensi. Anak-anak yang lebih muda (di bawah usia delapan tahun) lebih tergantung pada sumber-sumber dari luar. Anak-anak lebih tua lebih tergantung pada sumber dari dalam dirinya.
Perbedaan gender mempengaruhi dalam perkembangan resiliensi .
Grotberg, Edith H.2004. Children and Caregivers:The Role of Resilience.Paper presented at the International Council of Psychologists (ICP) Convention (Jinan, China, 2004).
McCubbin, L. 2001. Chalange to The Definition of Resilience. Paper presented at The Annual Meeting of The American Psychological Association in San Francisco.
Schoon, Ingrid. 2006. Risk and Resilience: Adaptations in Changing Times. London: City University. .
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!


Nilai dan Berikan Komentar