
Pengembangan Karir, Bimbingan & Konseling
01 May 2020
Banyak orang gagal mengelola karir mereka, karena mereka tidak memperhatikan konsep-konsep dasar perencanaan karir ini. Mereka tidak menyadari bahwa sasaran-sasaran karir dapat memacu karir mereka dan menghasilkan sukses yang lebih besar. Pemahaman akan konsep-konsep tersebut tidak menjamin kegiatan, tetapi bila hal itu mengarahkan pada penetapan sasaran karir, perencanaan karir lebih cenderung terlaksana.
Berikut akan dijelaskan manfaat perencanaan karir, baik dari segi indivual maupun untuk kepentingan perusahaan.
Dengan adanya perencanaan karir, maka sebuah organisasi atau perusahaan dapat mendapatkan manfaat sebagai berikut:
Menurut Werther & Davis (Kaswan, 2014) perencanaan karir memiliki sejumlah manfaat, baik bagi pegawai maupun organisasi. Keuntungan-keuntungan itu meliputi:
1) Develops promotable employees. Perencanaan karir membantu mengembangkan persediaan internal talenta yang bisa dipromosikan.
2) Lowers turnover. Perhatian dan keperluan terhadap karir seseorang menghasilkan loyalitas organisasi yang lebih besar dan oleh karena itu menurunkan keluarnya pegawai.
3) Taps employee potential. Perencanaan karir mendorong pegawai mengeluarkan lebih banyak potensi kemampuannya karena mereka memiliki tujuan karir.
4) Further growth. Rencana dan tujuan karir memotivasi pegawai bertumbuh dan berkembang.
5) Reduces hoarding. Tanpa perencanaan karir, lebih mudah menumpuk bawahan-bawahan utama. Perencanaan karir menyadarkan pegawai, manajer/pimpinan tentang kualifikasi pegawai.
6) Satisfies employee needs. Dengan semakin sedikitnya penumpukan pegawai dan peluang pertumbuhan yang lebih besar, kebutuhan penghargaan pegawai, seperti pengakuan dan pencapaian, lebih cepat terpuaskan.
7) Assists affirmative action plans. Perencanaan karir membantu anggota kelompok yang dilindungi mempersiapkan untuk pekerjaan yang lebih penting. Persiapan ini bisa memberi kontribusi terhadap terpenuhi jadwal tindakan afirmatif.
Dalam pratek, bagian Sumber Daya Manusia (SDM/HRD) mendorong perencanaan karir dengan tiga cara (Hani Handoko, 2014) yaitu sebagai berikut:
Dalam kenyataannya, banyak karyawan yang kurang atau tidak tahu tentang perencanaan karir. Mereka sering tidak mengetahui kebutuhan dan keuntungan-keuntungan perencanaan karir. Karyawan juga kurang mempunyai informasi yang diperlukan untuk membuat rencana-rencana karir mereka secara sukses. Departemen personalia bertugas untuk mengatasi kedua keterbatasan tersebut.
Departeman personalia dapat menigkatkan kesadaran karyawan, akan pentingnya perencanaan karir melalui berbagai macam teknik pendidikan. Sebagai contoh pidato-pidato pengarahan, edaran-edaran dan memorandum dari para manajer puncak bisa menstimulasi minat karyawan pada biaya rendah. Disamping itu juga mengadakan seminar tentang perencanaan karir yang berhubungan dengan minat karyawan dan bisa juga menggunakan konsultan.
Departemen personalia seharusnya memberikan kepada karyawan berbagai informasi yang mereka butuhkan untuk merencanakan karir. Sebagai contoh deskripsi dan spesifikasi jabatan adalah informasi yang sangat berguna bagi seorang karyawan yang sedang mencoba untuk mengestimasi sasaransasaran karirnya.
Untuk membantu para karyawan menetapkan sasaransasaran karir dan menentukan jalur-jalur karir yang tepat, departemen personalia bisa menawarkan bimbingan karir. Bimbingan ini hendaknya dilakukan oleh pembimbing yang cakap sebagai sumber saran. Koselor mungkin hanya perlu mendengarkan minat karyawan dan memberikan informasi pekerjaan tertentu.
Untuk melakukan perencanaan karir, hal yang paling penting dilakukan adalah melakukan identifikasi karir sejak dini. Proses identifikasi karir, dapat dilakukan dengan tes minat bakat. Anda dapat mengikuti tes minat bakat online di NS Development dengan mengklik tautan Tes Minat Bakat.
Kaswan. 2014. Career Development - Pengembangan Karir Untuk Mencapai Kesuksesan Dan Kepuasan. Bandung: Alfabeta
Hani Handoko. 2014. Manajemen Pe rsonalia & Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!


Nilai dan Berikan Komentar