
TEORI-TEORI INTELEGENSI
22 May 2020
Alfred Binet (1857 – 1911) termasuk salah satu ahli psikologi yang mengatakan bahwa intelegensi bersifat monogenetic, yaitu berkembang dari satu faktor satuan atau faktor umum (g). Menurut Binet, intelegensi merupakan sisi tunggal dari karakteristik yang terus berkembang sejalan dengan proses kematangan seseorang. Sebagaimana dalam definisinya yang telah dikemukakan, Binet menggambarkan intelegensi sebagai sesuatu yang fungsional sehingga memungkinkan orang lain untuk mengamati dan menilai tingkat perkembangan individu berdasar suatu kriteria tertentu.
Menurut Binet, intelegensi merupakan sisi tunggal dari karakteristik yang terus berkembang sejalan dengan proses kematangan seseorang. Binet menggambarkan intelegensi sebagai sesuatu yang fungsional sehingga memungkinkan orang lain untuk mengamati dan menilai tingkat perkembangan individu berdasar suatu kriteria tertentu.
Jadi, untuk melihat apakah seseorang cukup inteligen atau tidak, dapat diamati dari kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan dan kemampuannya untuk mengubah arah tindakannya itu apabila perlu. Inilah yang dimaksud dengan komponen arah, adaptasi, dan kritik dalam definisi inteligensi.
Binnet dan Theodore Simon adalah perintis tes IQ (mental age) pertama kali di Prancis (1905). Tujuan tes ini adalah untuk memprediksi performa di sekolah. Jadi mereka ingin menentukan mana anak yg berkebutuhan khusus atau tidak agar anak-anak tersebut dapat berkembang optimal.
Teori yang mendasari Alfred Binet dan Theodore Simon mencetuskan tes intelegensi karena mereka mendefinisikan intelegensi sebagai kemampuan seseorang untuk berfikir secara abstrak. Pengukuran intelegensi yang pertama dilakukan oleh Alfred Binet yaitu mengambil perbedaan antara usia mental (MA) dan usia kronologis (CA). Menurut binet intelegensi anak akan terus bertambah sampai umur 15, di atas umur 15 yang bertambah hanyalah pengetahuannya saja.
Binet membuat skala intelegensi pertama pada tahun 1905, dan diberi nama Binet Binet-Simon, yang terdiri dari 30 aitem selain mengukur kemampuan mental juga mengukur aspek fisiologi, seperti:
Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari Tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford-binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.
Tes Stanford-Binet inilah yang banyak berkembang di Indonesia. Materi yang terdapat dalam skala Stanford-binet berupa sebuah kotak berisi bermacam-macam benda mainan tertentu yang akan disajikan pada anak-anak. Dua buku kecil yang memuat cetakan kartu-kartu. Sebuah buku catatan untuk mencatat jawaban dan skornya, dan sebuah pedoman pelaksanaan pemberian tes. Materi tes dikelompokan menurut level usia masing-masing.
Kelebihan dan Kekurangan Tes Binet
Kelebihan dari tes Binet:
Kekuranan tes Binet:
Demikian penjelasan mengenai teori intelegensi Binet yang melahirkan tes Binet, sebuah tes intelegensi yang banyak digunakan di Indonesia khususnya untuk pengukuran IQ pada anak-anak.
Informasi: Saat ini telah tersedia tes intelegensi online yang mungkin anda butuhkan dalam kegiatan praktik sehari-hari. NS Development menyediakan tes intelegensi online yang dapat anda gunakan untuk kebutuhan di biro psikologi, perusahaan ataupun di lembaga pendidikan. Hubungi dan kunjungi website NS Development.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!


Nilai dan Berikan Komentar