
TEORI-TEORI INTELEGENSI
22 May 2020
IQ tidak hanya diukur berdasarkan skor tunggal. Ini disebabkan terdapat beberapa teori model intelegensi. Sampai sekarang teori-teori intelegensi dikembangkan dari indeks tunggal (hanya di tunjukkan dengan IQ) kepada multi indeks (melibatkan pengukuran verbal, numerical, perceptual, dan spatial).
Berikut akan dijelaskan beberapa teori model inteligensi yang populer dalam mengukur intelegensi.
Dikemukakan oleh William Stern pada tahun 1911, teori ini membahas tentang kemampuan umum atau kemampuan tunggal. Jumlah kemampuan yang dimiliki masing-masing individu dapat diarahkan kebanyakan aktivitas. Oleh sebab itu kemampuan umum hanya menyangkut dirinya sendiri dalam berbagai situasi pemecahan masalah, baik yang melibatkan memori, ruang atau mekanik. Reaksi atau tindakan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau memecahkan suatu masalah merupakan bersifat umum. Kapasitas umum itu timbul dari pertumbuhan fisiologis atau dari belajar. Setiap orang lahir dengan jumlah kemampuan umum yang berbeda. Efisiensi dalam menerapkan tergantung pada lingkungan mereka masing-masing. Teori ini merupakan teori yang paling sederhana karena hanya memiliki satu faktor.
Menurut teori ini setiap orang memiliki kemampuan umum dan kemampuan khusus. Secara rinci dapat dijelaskan bahwa setiap orang memiliki kemampuan umum dan kemampuan khusus yang berbeda-beda. Selain itu, setiap orang juga memiliki perbedaan jumlah dan jenis kemampuan umum serta kemampuan khusus. Orang yang intelegensinya mempunyai kemampuan umum yang luas memilki kapasitas untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Dia dapat mempelajari bermacam-macam pelajaran seperti matematika, bahasa, sains, sejarah, dan sebagainya. Dengan menggunakan berbagai simbol abstrak. Orang yang mempunyai kemampuan umum sedang, akan mempunyai kemampuan sedang pula dalam mempelajari bidangnya. Luasnya faktor kemampuan umum ditentukan pada gagasan, bahwa fungsi otak tergantung pada ada dan tidaknya struktur atau koneksi yang tepat bagi situasi atau masalah tertentu yang khusus. Dengan demikian, luasnya faktor khusus mencerminkan kerja khusus dari otak, bukan karena struktur khusus otak, bukan karena struktur khusus otak faktor khusus lebih bergantung kepada organisasi neurologis yang berhubungan dengan kemampuan khusus. Lebih lanjut Spearman menjelaskan bahwa kemampuan khusus tersebut terdiri dari kemamuan verbal, kemmpuan numerical, kemampuan mekanikal, perhatian dan imajinasi.
Teori yang di kembangkan oleh E. L. Thorndike ini mengatakan bahwa intelegensi terdiri dari bentuk hubungan hubungan neural antara stimulus dan respons. Hubungan neural khusus ini yang mengarahkan tingkah laku individu. Dalam intelegensi seseorang berisi multi-prosses khusus. Aktivitas mentual merupakan jumlah yang tidak tentu dan merupakan kombinasi hubungan syaraf yang tidak terhingga jumlahnya. Jumlah hubungan syaraf tidak pernah sama antara tingkah laku mental yang satu dengan tingkah laku mental yang lainnya. Hal ini menggambarkan bahwa ada tingkat-tingkat kesulitan dalam tingkah laku mental.
Dalam teori multi faktor terdapat tiga macam intelegensi yaitu:
Teori sampling dikemukakan oleh Goldfrey H. Thomson pada tahun 1916, menurut teori ini item tes harus diseleksi secara random. Teknik ini berbeda dengan yang dikembankan oleh binet da spearman yang menggunakan teknik sampling purposive. Teori ini juga tidak menghilangkan kemampuan umum akan tetapi menguji pemahaman terhadap kemampuan pemecah masalah.
Teori kemampuan mental primer dikemukakan oleh Thurstone pada tahun 1983, berdasarkan teori ini faktor dalam intelegensi ini adalah kemampuan umum mulai masing-masing faktor primer. Setiap kemampuan mental primer merupakan suatu kombinasi kemampuan mental independent dan kemampuan mental general. Walapun demikian, setiap individu memiliki perbedaan kualitas kemampuan mental meskipun jumlah kemmpuan mentalnya sama.
Kemampun mental primer terdiri dari tujuh kemampuan, yaitu”
Teori ini diperkenalkan pada tahun 1967, teori ini mengungkapkan kekomplekan intelegensi dan menolak teori faktor kemampuan umum dan kemampuan spesifik. Walaupun demikian teori ini memberikan beberapa manfaat diantaranya:
Teori ini berusaha menyatukan adanya faktor kemampuan umum dan factor kemampuan khusus. Sehingga membentuk suatu hirarki kemampuan mental karena faktor khusus merupakan subbagian dari faktor yang lebih luas. Faktor umum dibagi menjadi subbagian yang disebut verbal dan non verbal.
Teori ini di gagas oleh Robert J. Sternberg yang merupakan psikolog kognitif generasi baru. Dia membahas tentang intelegensi manusia dalam hubungan dengan penalaran dan pemecahan masalah. Sternberg mengemukan teori ini yang mempunyai 3 subteori, yaitu:
Itulah beberapa teori model intelegensi yang dapat dipaparkan di artikel ini. Alat tes yang dkembangan untuk mengukur intelegensi dibuat berdasarkan teori-teori tersebut, baik itu berasal dari satu teori ataupun gabungan dari beberapa model teori intelegensi.
Ingin Mengetahui dan mengukur tingkat inteligensi dan kemampuan anda? Anda dapat mengikuti psikotes online yang disediakan oleh NS Development dengan registrasi layanan tes Intelegensi Online.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!


Nilai dan Berikan Komentar