
Mengenal Istilah Psikologi Positif Well Being
06 March 2023
Kalian pernah melihat orang yang sering mengambil barang orang tanpa izin? Tidak bisa mengontrol diri untuk mengambil barang orang lain, meskipun ia mampu membelinya. Hal tersebut dikenal dengan istilah Kleptomania. Pada artikel ini kita akan bersama-sama membahas tentang apa itu kleptomania.
Sudarsono mengatakan bahwa kleptomania adalah dorongan untuk mencuri harta benda atau aset orang lain untuk memuaskan kejiwaannya sendiri, dan merupakan keinginan yang kuat untuk mencuri, dan bukan hasil dari mencuri.
Menurut Supratikna kleptomania, istilah ini mengacu pada penyakit mental di mana penderitanya tidak dapat menahan diri untuk tidak mencuri. Barang-barang yang dicuri oleh penderita kleptomania biasanya adalah barang-barang yang tidak bernilai, seperti mencuri gula, permen, sisir, dll.
Menurut Durand kleptomania adalah ketidakmampuan untuk menahan dorongan untuk berulang kali mencuri barang yang tidak benar-benar dibutuhkan untuk keperluan pribadi atau dicuri demi nilai uang.
Menurut Kartono kleptomania adalah kecenderungan atau kecondongan yang tidak dapat dibendung untuk mencuri, dorongan atau paksaan untuk mencuri.
Menurut American Psychiatric Association (APA), kleptomania adalah gangguan kontrol impuls yang ditandai dengan keinginan kuat untuk mencuri benda-benda yang tidak perlu atau tidak berguna, yang tidak terkait dengan motif keuangan atau kriminal. Orang yang pernah mengalami pencurian sering kali merasa malu dan bersalah atas tindakan mereka, tetapi tidak dapat mengendalikan keinginan mereka untuk mencuri.
Kurt Schneider, seorang psikiater Jerman terkemuka pada abad ke-20, memandang kleptomania sebagai bentuk gangguan kontrol impuls di mana orang menunjukkan kecenderungan yang kuat dan tidak terkendali untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan atau berguna.
Menurut Robert L. Sadoff, seorang psikiater Amerika, kleptomania adalah gangguan perilaku yang disebabkan oleh faktor psikologis dan lingkungan. Menurut Sadoff, orang yang mengalami pencurian seringkali merasa tergantung dan tidak mampu mengendalikan keinginan mereka untuk mencuri, meskipun mereka tahu bahwa perilaku mereka salah dan menyebabkan masalah.
Michael B. Furst, seorang psikiater Amerika terkemuka dan mantan ketua Departemen Psikiatri di Universitas Columbia, mendefinisikan kleptomania sebagai gangguan kontrol impuls yang ditandai dengan keinginan yang kuat dan tidak terkendali untuk mencuri benda-benda tertentu. Seseorang mungkin merasa terdorong untuk mencuri barang yang tidak berguna, dan seseorang mungkin merasa lega atau tenang setelah berhasil mencuri.
Menurut DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, kleptomania adalah gangguan kontrol impuls yang ditandai dengan keinginan yang kuat dan tidak terkendali untuk mencuri sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan atau tidak berguna, tanpa mempedulikan nilai atau konsekuensi sosial yang negatif. Orang yang mengalami pencurian sering kali merasa malu, bersalah, atau cemas setelah mencuri.
Berbagai riset penelitian yang dilakukan oleh para peneliti mengenai gangguan mental ini berikut merupakan beberapa studi penelitian tentang kleptomania.
Kesimpulan dari artikel ini adalah kleptomania merupakan gangguan mental yang terjadi pada seseorang yang mana keinginan seseorang untuk mencuri barang/benda, mereka tidak bisa mencegah dorongan impuls tersebut untuk melakukannya, biasanya mereka akan merasa puas ketika berhasil mengambil barang yang telah mereka ambil.
Untuk mengetahui kondisi psikologi yang kamu alami apakah memiliki indikasi kleptomania, kamu dapat melakukan Tes Psikologi Online yang disediakan oleh NS Development.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!

29 March 2023

13 August 2023


Nilai dan Berikan Komentar