
Mengenal Istilah Psikologi Positif Well Being
06 March 2023
Gangguan kecemasan sosial, juga dikenal sebagai fobia sosial, adalah penyakit mental yang ditandai dengan rasa takut yang intens dan terus-menerus terhadap situasi sosial. Ketakutan ini bisa sangat berlebihan sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari, sehingga sulit untuk membentuk dan mempertahankan hubungan, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, atau bahkan melakukan tugas-tugas sederhana seperti membeli bahan makanan.
Penyebab gangguan kecemasan sosial sangat kompleks dan beragam. Meskipun tidak ada penyebab tunggal, penelitian telah menemukan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan gangguan kecemasan sosial. Dalam artikel ini kita akan sama-sama membahas faktor apa saja yang menyebab individu mengalami gangguan kecemasan sosial.
Penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan kecemasan sosial terjadi dalam keluarga, menunjukkan bahwa genetika mungkin berperan dalam perkembangannya. Beberapa gen telah diidentifikasi berpotensi terkait dengan gangguan ini, termasuk gen transporter 5-hidroksitriptamin, yang mengatur neurotransmitter 5-hidroksitriptamin, dan gen COMT, yang mengatur neurotransmitter dopamin. Meskipun beberapa orang secara genetis cenderung mengalami gangguan kecemasan sosial, penting untuk dicatat bahwa gen saja tidak cukup untuk menyebabkan gangguan kecemasan sosial. Faktor lingkungan seperti pengalaman masa kecil dan peristiwa kehidupan juga berperan.
Pengalaman masa lalu dapat berdampak besar pada perkembangan seseorang dan berkontribusi pada perkembangan gangguan kecemasan sosial. Secara khusus, anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang penuh dengan kritik, penolakan, atau perlindungan yang berlebihan mungkin lebih mungkin mengembangkan gangguan kecemasan sosial di kemudian hari. Selain itu, anak-anak yang diintimidasi atau mengalami pengucilan sosial diketahui lebih rentan mengembangkan gangguan kecemasan sosial. Penelitian telah menunjukkan bahwa penolakan sosial mengaktifkan daerah otak yang sama dengan rasa sakit fisik, yang menyoroti dampak emosional dari penolakan sosial.
Kimiawi otak orang dengan gangguan kecemasan sosial mungkin berbeda dengan mereka yang tidak mengalami gangguan tersebut. Secara khusus, penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan sosial memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi di amigdala, wilayah otak yang memproses rasa takut dan cemas. Orang dengan gangguan kecemasan sosial mungkin juga memiliki tingkat aktivitas yang lebih rendah di korteks prefrontal, wilayah otak yang terlibat dalam pengaturan emosi dan pengambilan keputusan. Perbedaan kimiawi dalam otak ini dapat berkontribusi pada perasaan takut dan cemas yang intens yang dialami oleh orang-orang dengan gangguan kecemasan sosial.
Faktor sosial dan budaya juga dapat berperan dalam perkembangan gangguan kecemasan sosial, terutama pada masyarakat yang menempatkan nilai tinggi pada status sosial atau penampilan. Selain itu, norma-norma budaya seputar interaksi sosial juga dapat memengaruhi perkembangan gangguan kecemasan sosial. Sebagai contoh, budaya yang menempatkan nilai tinggi pada konformitas dan keharmonisan kelompok mungkin lebih mungkin untuk mempromosikan gangguan kecemasan sosial.
Peristiwa-peristiwa kehidupan, seperti pengalaman traumatis, juga dapat memengaruhi perkembangan gangguan kecemasan sosial. Secara khusus, orang-orang yang pernah mengalami peristiwa traumatis seperti pelecehan atau kekerasan mungkin lebih rentan mengembangkan gangguan kecemasan sosial di masa depan. Selain itu, transisi kehidupan, seperti pindah ke kota baru atau memulai pekerjaan baru, dapat membuat stres dan memicu timbulnya gangguan kecemasan sosial. Peristiwa-peristiwa dalam hidup ini dapat mengganggu jaringan dan rutinitas sosial dan menyulitkan untuk membentuk hubungan baru atau menavigasi situasi sosial.
Dapat disimpulkan gangguan kecemasan sosial adalah penyakit mental yang kompleks yang dipicu oleh berbagai faktor, termasuk genetika, pengalaman masa kecil, kimiawi otak, faktor sosial dan budaya, serta peristiwa kehidupan. Meskipun faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada perkembangan gangguan kecemasan sosial, penting untuk dicatat bahwa kondisi ini sangat dapat diobati dengan terapi dan pengobatan. Dengan dukungan dan pengobatan yang tepat, orang dengan gangguan kecemasan sosial dapat mengatasi ketakutan mereka dan menjalani kehidupan yang memuaskan.
Ketahui informasi Terkini mengenai kondisi psikologis mu dengan mengikut Tes Psikologi Online yang tersedia pada platform NS Development.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!

29 March 2023

13 August 2023


Nilai dan Berikan Komentar