
Macam-Macam Tes Kepribadian Untuk Seleksi Karyawan
12 May 2022
Di zaman sekarang, wawancara kerja nggak lagi cuma soal "Ceritakan tentang diri Anda" atau "Apa kelebihan dan kekurangan Anda". HRD (Human Resource Development) makin canggih dalam menyaring kandidat, dan salah satu senjatanya adalah tes kepribadian online.
Nah, dari sekian banyak jenis tes kepribadian, ada tiga yang paling sering digunakan oleh HRD di berbagai perusahaan. Tes-tes ini bukan cuma populer karena mudah diakses secara online, tapi juga karena hasilnya bisa memberi gambaran cukup akurat tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku di lingkungan kerja. Yuk, kita bahas satu per satu!
Kalau kamu pernah dapat hasil dengan label kayak ENFP, ISTJ, atau INFJ, berarti kamu udah kenalan sama MBTI. Tes ini sangat populer, bahkan di luar urusan kerja sekalipun. Banyak orang menggunakannya untuk eksplorasi diri, tapi HRD juga memakainya untuk menilai kecocokan kandidat dengan posisi atau tim tertentu.
Gimana Cara Kerjanya?
MBTI membagi kepribadian manusia ke dalam 16 tipe berdasarkan 4 dimensi:
Gabungan dari keempat dimensi ini menghasilkan tipe kepribadian, misalnya ISTP atau ENFJ. Setiap tipe punya gaya kerja dan preferensi berbeda.
Kenapa HRD Suka?
Karena MBTI bisa bantu perusahaan tahu kandidat mana yang cocok untuk posisi leadership, kerja tim, analisis data, atau yang lebih kreatif. Misalnya, ENFP dikenal sebagai orang yang antusias dan kreatif, cocok untuk peran marketing atau ideation. Sedangkan ISTJ cenderung terorganisir dan teliti, cocok untuk posisi yang butuh struktur dan ketelitian.
DISC adalah tes kepribadian yang lebih praktis dan langsung to the point. Tes ini membagi kepribadian seseorang jadi empat tipe dominan:
Cara Bacanya Gimana?
Hasil DISC biasanya menampilkan kombinasi dari empat huruf tadi, dengan proporsi yang berbeda-beda. Misalnya, seseorang bisa punya kepribadian D tinggi dan S sedang, artinya dia suka tantangan tapi tetap tenang dan sabar.
Cocok Buat Apa?
HRD suka pakai DISC karena mudah dipahami dan cepat dianalisis. Tes ini sering dipakai di tahap awal rekrutmen untuk melihat bagaimana kandidat akan bersikap dalam tekanan, berinteraksi dengan tim, atau menjalani rutinitas.
Misalnya, orang dengan tipe I tinggi mungkin cocok di bagian sales atau public relations karena mereka senang bicara dan bisa membangun hubungan dengan mudah. Sementara tipe C lebih pas di bagian quality control atau finance karena mereka fokus pada detail dan kualitas.
Kalau kamu lebih suka pendekatan yang ilmiah dan berbasis riset psikologi, tes Big Five bisa jadi pilihan yang paling kredibel. Disebut juga OCEAN Test karena mengukur lima dimensi kepribadian:
Berbeda dengan MBTI yang lebih bersifat deskriptif, Big Five punya dasar ilmiah yang kuat dan banyak dipakai di dunia akademis maupun profesional. Banyak HRD menyukai tes ini karena hasilnya bisa dijadikan indikator kepribadian jangka panjang yang lebih stabil.
Perusahaan bisa menyesuaikan karakteristik kandidat dengan kebutuhan posisi tertentu. Misalnya:
Big Five memberikan hasil yang lebih seimbang, karena tidak mengelompokkan kamu ke "kotak" tertentu, tapi lebih melihat kamu sebagai spektrum.
Nggak ada satu tes kepribadian yang sempurna untuk semua situasi. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. MBTI cocok untuk eksplorasi diri dan komunikasi tim, DISC unggul dalam kecepatan dan kesederhanaan, sedangkan Big Five unggul dalam akurasi dan kedalaman analisis.
Yang jelas, semua tes ini bukan untuk menilai kamu "baik" atau "buruk". Mereka cuma alat bantu buat mengenal diri sendiri lebih baik dan melihat apakah karakter kamu cocok dengan peran tertentu.
Walaupun banyak dipakai HRD, tes kepribadian online sebenarnya bukan cuma buat seleksi kerja. Kamu sendiri juga bisa pakai untuk refleksi diri. Dengan tahu cara kamu berpikir dan bersikap, kamu bisa lebih sadar dalam memilih jurusan, karier, atau bahkan dalam berinteraksi sama orang lain.
Kalau kamu lagi bingung tentang masa depan atau pengen kenal sisi unik dari dirimu, coba deh luangin waktu ikut tes kepribadian yang terpercaya. Dan kalau kamu pengen hasil yang lebih mendalam dan nggak sekadar asal-asalan, platform NSD hadir buat bantu kamu menggali potensi dan memahami kepribadianmu secara lebih utuh—biar kamu bisa lebih siap menghadapi tantangan hidup dan karier ke depannya.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!

31 May 2025

21 June 2025

14 July 2025

18 July 2025

19 July 2025

16 August 2025

19 August 2025

21 August 2025

03 September 2025

24 September 2025

04 October 2025

11 December 2025

14 December 2025


Nilai dan Berikan Komentar