
Macam-Macam Tes Kepribadian Untuk Seleksi Karyawan
12 May 2022
Pernah gak sih kamu ngerasa, "Kok kerjaanku kayaknya gak bisa lepas dari to-do list, sementara temen sebelah bisa kerja santai tapi tetap kelar semua?" Atau mungkin kamu termasuk tipe yang gak bisa mulai kerja kalau belum ngobrol dulu lima belas menit? Tenang, kamu gak aneh. Ini bukan soal kamu gak profesional atau kurang disiplin. Bisa jadi, ini cuma tentang satu hal: gaya kerja kamu.
Nah, pertanyaannya sekarang, gaya kerja itu terbentuk karena kebiasaan dan latihan, atau emang udah ada sejak kita lahir lewat tipe kepribadian? Jawabannya, mungkin dua-duanya. Tapi untuk bisa lebih paham, kita perlu gali lebih dalam—terutama lewat sudut pandang tes kepribadian online.
Gaya kerja adalah cara unik seseorang dalam menyelesaikan tugas, menghadapi tekanan, berkomunikasi, dan mengelola waktu. Ada yang suka bekerja dalam keheningan total, ada yang justru makin produktif di tengah keramaian. Ada yang baru bisa fokus saat mepet deadline, ada juga yang panik kalau gak nyicil dari jauh hari.
Semua itu gak muncul secara tiba-tiba. Tapi bukan juga semata-mata hasil dari latihan atau pengaruh lingkungan. Faktor kepribadian punya andil besar dalam membentuknya.
Kalau kamu pernah ikut tes kepribadian online seperti MBTI, DISC, atau Big Five, kamu pasti tau bahwa kepribadian seseorang bisa memengaruhi cara mereka menghadapi dunia—termasuk dunia kerja. Yuk, kita lihat beberapa contohnya:
1. Tipe Ekstrovert vs Introvert
Ekstrovert biasanya senang dengan aktivitas tim, brainstorming, dan suasana yang hidup. Mereka cenderung thrive saat harus komunikasi intens, ikut meeting, dan kerja bareng banyak orang.
Sebaliknya, introvert lebih nyaman kerja mandiri, butuh ruang tenang buat mikir, dan bisa terganggu kalau lingkungan kerja terlalu ramai. Bukan berarti mereka gak bisa kerja dalam tim, tapi mereka perlu waktu untuk recharge sendirian.
Kalau kamu tahu kamu introvert dan kerja di kantor open space tanpa sekat, bisa jadi ini salah satu alasan kenapa kamu cepat capek secara mental. Bukan salahmu—gaya kerja kamu cuma beda.
2. Judging vs Perceiving (MBTI)
Orang dengan preferensi “Judging” suka struktur, perencanaan, dan deadline yang jelas. Mereka bisa stres kalau tiba-tiba ada perubahan mendadak.
Sebaliknya, tipe “Perceiving” lebih fleksibel, spontan, dan sering kali merasa justru lebih kreatif kalau diberi kebebasan menentukan alur kerja sendiri. Buat mereka, terlalu banyak aturan bisa terasa membatasi.
Kalau kamu selama ini ngira kamu pemalas karena susah ngikutin jadwal harian yang kaku, mungkin kamu bukan pemalas—kamu cuma punya preferensi gaya kerja yang lebih fleksibel.
Jawabannya: bisa. Tapi perlu waktu dan kesadaran. Misalnya, kamu tipe yang lebih suka kerja mepet deadline, tapi sekarang kamu dapat posisi yang nuntut kamu bikin laporan mingguan jauh-jauh hari. Di sini kamu butuh latihan untuk membentuk kebiasaan baru, tanpa harus mengubah jati dirimu sepenuhnya.
Pentingnya mengenali gaya kerja bukan buat ngekotak-kotakin diri (“Ah gue emang gini, gak bisa berubah”), tapi buat jadi titik awal penyesuaian. Ketika kamu sadar bahwa kamu cenderung cepat capek kalau terlalu banyak interaksi sosial, kamu bisa belajar atur energi dengan bikin jadwal kerja yang kasih ruang istirahat cukup.
Jadi, gaya kerja bisa dibentuk dan dilatih—tapi hasilnya akan jauh lebih efektif kalau kamu tahu titik awalnya lewat pemahaman kepribadian.
Buat kamu yang masih kuliah atau baru masuk dunia kerja, mengenali gaya kerja itu penting banget. Kadang kita terlalu sibuk ikut arus: “Kerja harus begini,” atau “Kalau mau sukses, harus kerja kayak dia.” Padahal belum tentu cocok dengan struktur kepribadianmu.
Dengan memahami gaya kerja dan kepribadian kamu sendiri, kamu bisa:
Jadi, sebelum buru-buru ikut kelas manajemen waktu atau beli planner mahal, coba dulu kenali gaya kerja kamu lewat tes kepribadian online yang tepat.
Di dunia yang serba cepat dan kompetitif ini, kadang kita lupa satu hal penting: gak semua orang harus bekerja dengan cara yang sama. Gaya kerja kamu bukan soal salah atau benar. Tapi soal cocok atau tidak cocok—dengan tugasmu, lingkunganmu, dan cara berpikirmu.
Dan kalau kamu butuh tempat yang bisa bantu kamu memahami gaya kerja dan kepribadian dengan pendekatan yang fun tapi tetap berdasarkan teori psikologi yang solid, platform seperti NSD hadir untuk bantu kamu eksplorasi diri dengan lebih bijak dan menyenangkan. Karena semakin kenal sama diri sendiri, semakin mudah kita memilih cara kerja yang bukan cuma produktif, tapi juga bikin hidup lebih seimbang.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!

31 May 2025

21 June 2025

14 July 2025

18 July 2025

19 July 2025

16 August 2025

19 August 2025

21 August 2025

03 September 2025

24 September 2025

04 October 2025

11 December 2025

14 December 2025


Nilai dan Berikan Komentar