
Macam-Macam Tes Kepribadian Untuk Seleksi Karyawan
12 May 2022
Pandemi bikin banyak hal berubah. Dari cara kita belajar, kerja, belanja, sampai bersosialisasi. Setelah bertahun-tahun terbiasa di rumah, banyak orang ngerasa lebih nyaman hidup tanpa terlalu banyak interaksi langsung. Nongkrong bareng teman jadi terasa berat, datang ke acara keluarga rasanya ribet, bahkan sekadar ngobrol dengan tetangga pun bikin canggung.
Fenomena ini nggak cuma kamu yang ngalamin. Istilah “Anti-Social Club” jadi semacam lelucon sekaligus realita baru yang banyak ditemui setelah masa pandemi. Pertanyaannya, apakah ini sekadar kebiasaan baru atau memang ada sisi kepribadian tertentu yang bikin kamu lebih nyaman sendirian?
Kalau dulu nongkrong dianggap rutinitas wajib, pandemi bikin semua orang belajar menikmati kesendirian. Video call, chat, dan media sosial jadi pengganti obrolan tatap muka. Nah, setelah situasi mulai normal, ternyata nggak semua orang langsung balik ke kebiasaan lama.
Survei dari Pew Research (2023) menunjukkan hampir 40% anak muda di seluruh dunia merasa kemampuan sosial mereka menurun setelah pandemi. Bahkan, sebagian besar mengaku lebih cepat lelah saat harus berada di keramaian.
Sering ada salah paham soal istilah “anti-social.” Orang mikirnya itu berarti benci orang lain. Padahal, nggak selalu begitu. Banyak yang sekadar lebih nyaman sendiri, butuh waktu lebih lama buat menyesuaikan diri, atau gampang kehabisan energi kalau terlalu lama bersosialisasi.
Fenomena “Anti-Social Club” pasca pandemi bisa dibilang lebih ke arah perubahan pola. Kita udah terbiasa dengan ruang privat, jadi waktu harus kembali ke dunia sosial, rasanya aneh dan melelahkan.
Ada beberapa alasan kenapa ini lumrah banget terjadi:
Belakangan, konten di TikTok tentang social battery rame banget. Banyak yang cerita soal betapa cepatnya energi mereka habis kalau harus ketemu banyak orang. Bahkan istilah “capek bersosialisasi” jadi trending. Ini nunjukin kalau fenomena ini luas banget, bukan kasus individu aja.
Menariknya, sebuah artikel di The Guardian nyebut bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, lebih terbuka mengakui kalau mereka ngerasa nggak selalu nyaman di keramaian. Beda dengan generasi sebelumnya yang mungkin lebih dipaksa ikut kumpul sosial tanpa banyak pilihan.
Nah, di sinilah tes kepribadian online bisa jadi solusi menarik. Tes ini nggak cuma kasih label introvert atau ekstrovert, tapi juga bisa nunjukin detail pola interaksi kamu. Misalnya, apakah kamu tipe yang butuh banyak waktu sendiri, atau sebenernya bisa fleksibel tapi gampang lelah kalau terlalu lama di kerumunan.
Dengan hasil tes, kamu bisa lebih paham diri sendiri. Kadang kita kira kita “anti-social,” padahal aslinya cuma butuh waktu buat recharge. Ada juga yang ternyata masuk kategori ambivert—nyaman di dua situasi, asal dosisnya pas.
Hidup sepenuhnya tanpa interaksi sosial bukan solusi, tapi memaksa diri terus-menerus juga nggak sehat. Beberapa langkah kecil bisa dicoba:
Anti-Social Club setelah pandemi bukan sekadar tren, tapi realita baru yang dialami banyak orang. Dari meningkatnya konten soal social battery sampai penelitian internasional, semuanya nunjukin bahwa interaksi sosial kita memang berubah drastis.
Tes kepribadian online bisa bantu ngejelasin kenapa kamu lebih nyaman sendiri atau kenapa gampang capek kalau harus kumpul. Dengan hasil itu, kamu bisa lebih paham diri sendiri tanpa harus merasa aneh atau salah.
Dan kalau kamu pengin akses tes kepribadian yang lebih ilmiah dan terpercaya, NSD (Nirmala Satya Development) nyediain platform yang bisa bantu kamu mengenali pola sosial dan gaya interaksi dengan lebih terukur.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!

31 May 2025

21 June 2025

14 July 2025

18 July 2025

19 July 2025

16 August 2025

19 August 2025

21 August 2025

03 September 2025

24 September 2025

04 October 2025

11 December 2025

14 December 2025


Nilai dan Berikan Komentar