
Macam-Macam Tes Kepribadian Untuk Seleksi Karyawan
12 May 2022
Pandemi bikin banyak orang belajar hal baru tentang dirinya sendiri. Ada yang mendadak jadi jago masak, ada yang nyaman kerja dari rumah, ada juga yang sadar ternyata lebih betah sendirian daripada rame-rame. Nah, buat kelompok terakhir ini, istilah introvert jadi makin sering kedengeran.
Kalau dulu kata introvert cuma populer di forum psikologi atau buku pengembangan diri, sekarang hampir semua orang pernah pakai. Ada yang bangga mengaku introvert karena suka me-time, ada yang justru bingung apakah dirinya beneran introvert atau cuma kebiasaan pasca pandemi.
Waktu lockdown, semua orang dipaksa menjalani kehidupan serba terbatas. Nggak ada nongkrong, nggak ada hangout ke mall, bahkan sekolah dan kerja pun lewat layar. Buat sebagian, itu mimpi buruk. Tapi buat yang lain, itu semacam hadiah: bisa punya ruang sendiri tanpa alasan ribet.
Setelah dunia balik normal, banyak yang ternyata tetap nyaman hidup dengan ritme itu. Mereka nggak langsung semangat ketemu banyak orang, malah ada yang merasa canggung lagi ngobrol tatap muka. Nah, dari situ muncul fenomena orang merasa dirinya berubah jadi introvert.
Di psikologi, introvert itu bukan cuma soal suka sendiri. Lebih tepatnya, mereka ngambil energi dari kesendirian, bukan dari keramaian. Artinya, setelah ketemu banyak orang, introvert biasanya merasa capek dan butuh istirahat sendirian untuk recharge.
Sedangkan orang yang tiba-tiba merasa introvert setelah pandemi, belum tentu aslinya begitu. Bisa aja mereka sebenarnya ekstrovert atau ambivert, tapi kebiasaan panjang tanpa interaksi bikin kemampuan sosialnya agak kaku. Jadi, bukannya berubah total, lebih ke adaptasi sementara.
Nah, kalau kamu masih bingung sebenarnya masuk tipe yang mana, tes kepribadian online bisa jadi solusi. Tes semacam MBTI atau Big Five Personality bisa kasih gambaran lebih jelas tentang pola energimu.
Misalnya, kamu bisa tahu apakah kamu lebih dominan introvert, ekstrovert, atau malah ambivert. Hasilnya bikin kamu lebih paham kenapa gampang capek di keramaian, atau sebaliknya, kenapa kesepian cepat bikin gelisah.
Kenapa ini penting? Karena dengan tahu gaya kepribadian, kamu bisa atur ritme hidup lebih baik. Contohnya:
Dengan begitu, hidup jadi lebih ringan. Kamu nggak lagi merasa ada yang salah sama dirimu, karena ternyata itu memang cara kerja kepribadianmu.
Sering banget orang salah kaprah. Introvert bukan berarti anti-sosial. Banyak introvert yang punya lingkaran pertemanan kuat, cuma mereka nggak butuh jumlah teman terlalu banyak. Sementara anti-sosial lebih ke arah gangguan perilaku, di mana seseorang memang cenderung menolak norma sosial.
Jadi, kalau kamu lebih suka nongkrong sama 2–3 orang dekat daripada 20 orang asing, itu bukan masalah. Itu tanda kamu butuh kualitas, bukan kuantitas.
Selain social battery, belakangan istilah “quiet mode” juga lagi naik daun di medsos. Banyak orang, terutama Gen Z, bilang mereka lebih suka hidup tenang tanpa banyak drama. Bahkan ada yang ngerasa bangga jadi bagian dari “quiet generation” dibanding terus-menerus aktif bersosialisasi.
Fenomena ini makin nunjukin bahwa gaya introvert bukan hal aneh, tapi makin diterima di masyarakat.
Introvert setelah pandemi bukan fenomena kecil. Banyak orang ngalamin, terutama generasi muda yang kesehariannya udah kebentuk oleh dunia digital. Dengan tren social battery dan “quiet mode” yang rame di medsos, topik ini jadi makin relevan.
Kalau kamu pengin tahu beneran termasuk tipe mana, cobain tes kepribadian online yang terpercaya. Hasilnya bisa kasih gambaran lebih jelas tentang gaya interaksi dan pola energimu.
Dan kalau kamu butuh platform tes yang terukur dan terpercaya, NSD (Nirmala Satya Development) punya berbagai pilihan tes yang bisa bantu kamu memahami diri lebih akurat, tanpa harus terjebak tren semata.
Rencanakan karir sejak dini. Penentuan karir seyogyanya ditentukan sebelum mengambil Program Studi di Perguruan Tinggi. Keliru mengambil program studi, akan berdampak besar terhadap karir dan bahkan masa depanmu.
Dengan mengikuti program ini, kamu akan mengikuti psikotes dan bimbingan karir, dan mendapatkan resume hasil pemeriksaan psikologis sekaligus saran pengembangan karir dari Tim KONSELOR secara langsung.
Note: Diperuntukkan khusus siswa kelas 3 SMA atau yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Tentukan masa depanmu, dengan mengikuti program perencanaan karir !!!

31 May 2025

21 June 2025

14 July 2025

18 July 2025

19 July 2025

16 August 2025

19 August 2025

21 August 2025

03 September 2025

24 September 2025

04 October 2025

11 December 2025

14 December 2025


Nilai dan Berikan Komentar